35. CEMBURU

3.2K 180 73
                                        

JANGAN LUPA BERIKAN VOTE DAN KOMENTNYA YA 💚✨

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

JANGAN LUPA BERIKAN VOTE DAN KOMENTNYA YA 💚✨

☁️☁️☁️

Satu Minggu belakangan ini cuaca seperti tidak stabil. Kadang panas, kadang hujan, ya tidak menentulah.

Seperti sekarang, terik matahari membuat para Mahasiswa yang berada di luar ruangan seperti di koridor, parkiran, lapangan dan jalanan menuju Fakultas mengeluh.

Tak jarang dari mereka menyeka keringat menggunakan tangan, lengan, ataupun tisu serta mengibas-ngibas telapak tangan ke wajah guna memberikan rasa sejuk.

Padahal ini belum pukul dua belas pas, tapi sinar matahari bersinar terang disertai hawa panas.

Zehra baru saja selesai bimbingan dengan dosen pembimbing skripsi. Hari ini dia mengenakan abaya berwarna army yang dipadukan french khimar yang juga senada dengan warna abayanya.

Gadis bercadar itu mendaratkan bokongnya pada tempat duduk yang disediakan Fakultas di koridor.

Menghela nafas panjang, hari ini benar-benar lelah. Selain memasuki kelas, Zehra harus bimbingan dengan dosen pembimbing terkait penelitiannya.

Kemarin dia sudah melihat informasi yang dijanjikan Staff Fakultas satu Minggu lalu dan Zehra sudah mendapatkan dosen pembimbing skripsi. Dimana Vito juga merupakan anak bimbing dari dosen Pembimbing Zehra. Ya, dosen pembimbing Zehra dan Vito sama.

"Pak Rio. Nggak nyangka bakalan dapat sama beliau," keluh Zehra memijit pelipisnya.

Di kelas mata kuliah yang lalu-lalu mereka memanggilnya Pak Rio. Tak menyangka Zehra akan mendapat dosen pembimbing yang masih dapat dikatakan muda.

30 tahun, mahasiswi banyak menggolongkan pria itu dalam kategori dosen muda di Kampus lantaran umur dan wajah yang berbeda. Belum lagi desas-desus kalau Pak Rio belum menikah semakin menambah semangat para mahasiswi.

Zehra tak masalah mau lelaki itu sudah menikah atau belum menikah, atau bahkan tak menikah seumur hiduppun dia tak peduli.

Yang dia ragukan adalah biasanya Dosen muda di Kampus itu terlalu perfeksionis dan ribet. Sekarang dia justru mendapat dosen tersebut.

Tapi mau bagaimana lagi? Disesali juga tak mengubah keadaan, jadi lebih baik Zehra menerima dengan lapang dada saja. Yakin kalau Pak Rio tak akan mempersulit skripsinya.

"Ya udahlah. Bismillah, semoga Pak Rio nggak ngeselin dan mempersulit skripsi gue," gumamnya lalu bangkit menuju Perpustakaan.

Ya, selain masuk kelas Zehra juga berniat ke Perpustakaan untuk memulangkan sekaligus mencari buku referensi yang sudah dia bicarakan dengan Pak Rio di ruangan.

Walau rasa malas menyerang akibat panasnya cuaca, Zehra tetap memaksakan diri menuju Perpustakaan.

Sekarang mobil gadis bercadar itu sudah terparkir sempurna di halaman Masjid Universitas Garwita yang bersebelahan dengan Perpustakaan Garwita.

Cinta untuk ZehraCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang