62. GARA-GARA LIP TINT

1.5K 91 28
                                        

JANGAN LUPA BERIKAN VOTE DAN KOMENTNYA YA 💚✨

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

JANGAN LUPA BERIKAN VOTE DAN KOMENTNYA YA 💚✨

☁️☁️☁️

Sore hari yang harusnya mereka habiskan dengan memasak bersama di dapur, malah tertunda lantaran mendapati suara klakson mobil di pekarangan rumah. Langkah kaki jenjang itu tertahan tepat di pintu dapur.

"Ada tamu nggak sih, Gaf?" celetuk Zehra yang diangguki Gaffi.

"Sebentar saya cek dulu."

Lelaki dengan kaos rumahan berwarna putih disertai celana pendek rumahan berwarna hitam itu mengecek ke depan melalui jendela rumah.

"Ra, Bunda kita datang!"

Pundak gadis itu menegang disertai mata membulat sempurna. Tadi Gaffi bilang apa? Bunda kita? Berarti Serrin dan Gina datang berkunjung?

"Serius lo, Gaf?!"

Berlari panik menyusul Gaffi guna memastikan. Dari balik jendela, Zehra mengintip ke arah luar. Benar saja, ternyata Serrin dan Gina datang.

Keduanya baru saja turun dari mobil berwarna hitam yang terparkir di pekarangan rumah.

"Mati gue, mana lagi gembel begini," kata gadis itu frustasi menatap diri sendiri dari atas hingga bawah.

Sore ini outfit Zehra sangat sederhana. Kaos rumahan berwarna denim yang dipadu bersama celana pendek sepaha yang berwarna senada dengan kaosnya. Ah, ya, tidak lupa tatanan rambut yang dicepol asal.

Karena berniat memasak camilan di sore hari, jadi keduanya mengenakan stelan rumahan. Apalagi cuaca hari ini lumayan panas, kalau mengenakan pakaian yang panjang dan berbahan tebal akan membuat badan gerah.

"Bukan kamu doang, saya juga lagi nggak rapi hari ini," balas Gaffi menunjuk outfit yang dia kenakan.

"Lo masih rapi, Gaf. Bahkan kalo lo ketemu mereka dengan outfit kayak gini masih oke aja. Lah gue? Mana ini rambut acak adul begini," ocehnya.

"Yang bener aja kamu, Ra. Mana mungkin--- astaga, ngapain Shazfa juga ikut?!"

Mengernyit bingung, Zehra menoleh kembali ke jendela guna memastikan. Detik itu juga dia dibuat melongo.

Bagaimana bisa Shazfa ikut? Terus dalam rangka apa mereka semua datang ke sini tanpa mengabari?

"Ra, buruan ganti outfit. Saya juga mau ganti, nggak mungkin pake celana pendek di depan Shazfa," kata Gaffi lalu ngacir ke kamar membuat Zehra menoleh cepat.

"Lah, Gaf, tungguin! Gue juga mau ganti!"

Alhasil keduanya sama-sama ngacir ke kamar. Baik Zehra maupun Gaffi sama-sama mengganti pakaian di kamar.

Mereka membagi bagian agar irit waktu, dengan Gaffi yang berganti celana di kamar mandi. Sedangkan Zehra ganti celana di kamar.

Gadis itu tidak sempat memilih gamis rumahan, jadi pilihannya jatuh pada celana panjang berwarna putih gading.

Cinta untuk ZehraCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang