Tentang Zehra, gadis tomboi pengidap gangguan mental yang jatuh hati pada lelaki sholeh bernama Gaffi. Trauma masa lalu membuat hidupnya berubah drastis. Mencintai lelaki yang bukan hanya sekedar paham agama melainkan taat agama merupakan tantangan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
JANGAN LUPA BERIKAN VOTE DAN KOMENTNYA YA 💚✨
☁️☁️☁️
Beberapa orang berkata menunggu itu menyenangkan, jika memang benar dia orangnya. Sepertinya Gaffi dan Zehra setuju dengan kalimat ini. Sungguh indah menunggu jika memang dialah yang ditakdirkan untuk kita.
Sampai saat ini Zehra masih tidak menyangka bisa berada di sini, di samping Gaffi, menunggu lelaki itu menjabat tangan Danish.
Semenjak memutuskan untuk move on, semua angan-angannya berjodoh dengan Gaffi hancur seketika.
Sehingga berada di sini sekarang seakan seperti mimpi bagi Zehra. Bahagia? Tentu. Gengsi mungkin bisa mengendalikan sikapnya pada Gaffi, tapi tidak dengan hati.
Jauh di dalam hati Zehra dia merasa bahagia dan terharu. Jadi selama ini lika-liku percintaannya berakhir manis seperti ini?
Kalau tau begini Zehra mungkin tak akan repot-repot menangisi Gaffi saat itu, toh pada akhirnya lelaki itu tetap bersanding dengannya. Ya, namanya juga takdir, siapa yang tau ya, kan?
Cinta Zehra tak bertepuk sebelah tangan, hanya saja terbalas di waktu yang tepat. Bohong kalau Zehra mengatakan sudah tak ada rasa lagi dengan Gaffi.
Faktanya, gadis itu masih menyimpan rasa namun tak semenggebu seperti dulu. Usaha move onnya tak berhasil. Tapi karena gengsi, dia jadi mengakui kalau sudah move on.
Bersyukur sudah pasti, Zehra tak lupa mengucap syukur karena Allah memberikannya lelaki yang bukan sekedar paham tapi taat agama. Bagi Zehra itu yang terpenting.
Untuk apa hanya paham namun aslinya tak taat pada perintah agama? Hal tersebut marak terjadi di kehidupan kita saat ini.
Branding islami, namun berpacaran. Mirisnya lagi yang modelan begini justru tak sedikit yang minat.
Sudahlah, kita kembali ke topik. Para tamu sudah hadir dan menunggu detik-detik Gaffi menjabat tangan Ayah Zehra. Tamu undangan banyak yang hadir, baik dari keluarga Gaffi maupun Zehra.
Mereka berdua tadinya mau membatasi, namun kedua orang tua membujuk agar mengundang yang lain juga, termasuk rekan kerja dengan alasan Zehra dan Gaffi sama-sama anak tunggal.
"Bismillahirrahmanirrahim. Saya nikahkan dan kawinkan engkau, Muhammad Gaffi Nalendra Alghiffari bin Arkana Alghiffari dengan anak perempuan saya yang bernama Zehra Ailya Zerrin binti Danish Prayata dengan mas kawin berupa uang tunai sebesar 300 juta rupiah, cicin berlian, dan seperangkat alat salat dibayar tunai," ucap Danish dengan suara bergetar seraya menjabat tangan Gaffi.
Di waktu yang bersamaan Gaffi berjanji dengan diri sendiri untuk membahagiakan dan memuliakan Zehra sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya kelak.
Jujur, Gaffi ikut sedih kala mendengar Danish melepas putri semata wayangnya.