part 6

1.3K 182 13
                                        

"Biar aku bantu,"

Saat Gulf tengah membereskan barang ke gudang Tharn datang dan langsung menawarkan diri, tanpa menjawab Gulf menyerahkan barang itu pada Tharn dan ia pun pergi begitu saja tanpa mengatakan apa pun.

"Mild, tolong yang ini kau taruh di sana saja,"

"Lalu bagaimana yang itu?"

"Yang itu biarkan saja di sana,"

Mild memindahkan barang dan di bantu oleh Tharn, sedangkan Gulf tengah sibuk di ruangannya hari ini ia akan mengaji Mild dan juga Tharn dan setelah itu ia akan pulang dan beristirahat.

Tokk..Tokk..

"Masuk!"

"Maaf, apa aku menganggumu?"

"Tidak, ada apa?"

"Aku membawakan kopi hangat untkmu, minumlah,"

"Letakan saja di sana,"

Tharn merasa jika sikap Gulf sedikit berubah, bahkan kini Gulf tidak mau menatapnya.

"Kana!"

Suara Tharn sangat lembut saat memanggilnya dengan sebutan Kana, rasanya hati Gulf kini berdesir bahkan mungkin saja wajahnya kini memerah.

"Hmm!"

"Aku ingin mengajakmu makan malam, apa kau bersedia?"

Gulf terdiam melihat kearah Tharn ia tidak menjawab apa pun, karena Gulf merasa terkejut dengan ajakan Tharn untuk pergi makan malam.

"Maaf, mungkin aku terlalu lancang, aku tahu aku ini siapa, hanya seseorang yang tidak memiliki apa-apa maafkan aku, karena pekerjaanku sudah selesai aku mau izin untuk pulang,"

Setelah mengatakan itu Tharn pergi dari ruangan Gulf, menyisakan keheningan bahkan uang gaji yang seharusnya Gulf berikan kini tidak jadi ia berikan kepada Tharn.

"Aku bahkan belum menjawabnya, tapi dia pergi begitu saja,"

Gulf mencoba untuk mengejar Tharn namun nihil Tharn sudah tidak ada, sikap Gulf membuat Mild bingung karena Gulf berlarian keluar tidak jelas.

"Gulf, ada apa?"

"Tidak ada,"

"Tapi kau seperti sedang mencari sesuatu?"

"Aku tidak apa-apa, ayo keruanganku hari ini kau gajian bukan?"

"Akhirnya, aku gajian juga, aku ingin cepat berbelanja persediaan makananku sudah menipis,"

"Apa kau memiliki nomor Tharn?"

"Tentu saja aku punya, kau ingin aku mengirimkan nomor Tharn padamu?"

"Kirimkan saja, hari ini dia gajian tapi dia malah pergi begitu saja, aku akan menyuruhnya datang dan mengambil gajinya,"

"Akan aku kirim, jika sudah tidak ada lagi yang aku kerjakan aku ingin pulang,"

"Pulang lah, dan tutup saja tokonya, aku pun juga ingin pulang,"

"Kau pulang bersama siapa?"

"Aku menungu Phi Zee, mungkin sebentar lagi dia datang,"

"Baiklah, aku pulang dulu, nomor Tharn sudah aku kirim padamu,"

"Terima kasih Mild, dan hati-hati di jalan,"

Setelah kepergian Mild, Gulf memeriksa ponselnya dan benar ada nomor milik Tharn, bahkan wallpaper nya foto Tharn yang sedang menaiki motornya.

"Apa aku harus menghubunginya? Tapi aku harus mengatakan apa?"

Beda Kasta (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang