part 1

4.8K 239 21
                                        

Doorr..Doorr..Doorr

Mansion besar itu tiba-tiba mendapat serangan saat para penghuni sedang tidur nyenyak, Tuan Mario sang penghuni rumah pun terkejut lalu pergi ke kamar putranya untuk memastikan jika putra semata wayang nya baik-baik saja.

"Apo, cepat kau kerahkan anak buah mu, amankan mansion ini dan bantu Zee untuk menghadang mereka,"

"Baik Tuan,"

Apo dan anak buahnya pun pergi ke halaman depan Mansion, dan di sana anak buah dari musuh Tuan Mario begitu banyak, karena tidak ingin membuang banyak waktu Apo dan anak buahnya pun langsung menghajar lawan, dan beruntung mereka semua mampu di paksa mundur.

Setelah di rasa cukup aman kini mereka kembali pada tugas masing-masing namun Tuan Mario memutuskan untuk menambah orang untuk menjaga keamanan putranya.

Pagi hari...

"Selamat pagi Ayah,"

"Pagi juga sayang, apa kau sudah ingin berangkat ke butik mu?"

"Tentu saja, karena hari ini ada pesanan untuk acara pernikahan, dan mungkin aku nanti pulang sedikit telat,"

"Ayah akan menyuruh Zee, untuk menjemputmu nanti,"

"Tidak perlu, aku bisa sendiri, dan pasti Phi Zee akan sangat sibuk nanti"

"Jangan membantah, Ayah hanya tidak ingin terjadi sesuatu padamu,"

"Ayah, Gulf sudah besar bukan anak-anak lagi,"

"Ayah tahu, tapi diluaran sana banyak orang jahat,"

"Gulf janji akan berhati-hati,"

"Berdebat denganmu tidak akan menang, sudah ayo cepat sarapan setelah itu berangkat,"

Gulf hanya bisa tersenyum, Ayah nya memang sedikit keras namun dia adalah sosok laki-laki yang Gulf sangat cintai setelah Bunda nya.

"Sampai jumpa Ayah, dan Terima kasih atas tumpangannya,"

"Cepat masuklah, sepertinya hujan akan turun,"

"Masih pagi kenapa sudah mendung saja, ya sudah Ayah hati-hati di jalan, Phi Zee bawa mobilnya jangan ngebut,"

"Iya bawel!"

"Ayah!"

"Sudah-sudah, ayo Zee kita berangkat hari ini kita akan bertemu dengan Tuan Kin,"

Setelah itu Tuan Mario dan Zee melanjutkan perjalanannya ke kantor, karena mungkin saja hari ini dia akan sedikit sibuk harus menemui beberapa rekan bisnisnya.

Gulf memasuki butik nya dan di dalam sudah ada Mild.

"Selamat pagi Mild,"

"Pagi juga Gulf, kau tumben datang sepagi ini?"

"Kau lupa? pagi ini kita akan sedikit sibuk,"

"Astaga, kenapa aku bisa lupa, adahal pekerjaan hari ini sangat menumpuk,"

"Baiklah, ayo kita mulai bekerja,"

Saat mereka tengah berbincang tiba-tiba petir terdengar sangat keras dan membuat lampu di dalam butik menjadi padam, Gulf dan Mild sedikit takut karena di luar hujan tiba-tiba sangat lebat mereka tidak tahu apa yang akan mereka lakukan, dan tidak sengaja Gulf melihat siluet seseorang yang tengah berdiri di depan butik nya.

"Gulf, kau mau kemana?"

"Sebentar Mild, aku ingin meminta tolong pada orang, untuk menyalakan listrik nya,"

Gulf menghampiri laki-laki tersebut yang tengah meneduh, dan dengan santainya laki-laki itu menghisap rokoknya tanpa merasa terganggu oleh kehadiran Gulf.

"Maaf Tuan, apa saya boleh meminta tolong?"

"Apa kau bicara dengan ku?"

"Tentu saja aku bicara denganmu, kau pikir aku gila bicara sendiri,"

"Apa kau tidak takut, jika aku ini orang jahat?"

"Untuk apa aku takut padamu, jika kau macam-macam Ayah ku akan melubangi kepala mu,"

Laki-laki itu hanya tersenyum, dan ia sangat yakin jika pria manis di hadapannya ini bukanlah dari keluarga sembarangan.

"Imbalan apa yang aku dapat, jika aku membantu mu?"

"Apa pun akan aku berikan,"

"Termasuk tubuh mu?"

"Sialan, kau pikir aku apa?"

"Kau sendiri yang mengatakan, jika kau akan memberikan apa pun sebagai imbalan jika aku membantu mu,"

"Jika tidak ingin membantu, pergilah,"

Gulf beranjak dari hadapan laki-laki itu, namun langkah nya berhenti saat laki-laki itu mengatakan sesuatu padanya.

"Berikan aku pekerjaan, karena aku sangat membutuhkannya,"

"Baiklah, aku akan memberimu pekerjaan, dan tolong cepat nyalakan listrik nya,"

Setelah sedikit berdebat akhirnya kini listrik itu menyala kembali, dan betapa terkejutnya Gulf saat melihat laki-laki yang begitu tampan berada di depan matanya, dengan tubuh sedikit kekar dan wajah tampan itu membuat Gulf tidak bisa berkedip Gulf berpikir mimpi apa semalam, pagi-pagi seperti ini ia bertemu dengan seorang malaikat.

"Halo..haii!"

Gulf tetap diam saat laki-laki itu memanggilnya, entah apa yang ada di benaknya saat melihat lelaki tampan di hadapannya ini.

"Sangat tampan," Gumamnya.

"GULF!!"

Tetap tidak ada jawaban, karena Gulf masih melihat kearah laki-laki yang berada di depannya.

"Gulf, heii..GULF!!"

"I-iya Mild, ada apa?

"Kau kenapa? Sejak tadi aku memanggilmu tapi kau hanya diam saja?"

"Aku tidak apa-apa, Mild tolong beri dia pekerjaan,"

"Tapi, pekerjaan apa yang harus aku berikan untuknya?"

"Terserah kau saja, kau boleh menyuruhnya untuk membantumu,"

"Tapi Gulf!!"

"Tidak apa-apa aku mau, yang penting hari ini aku bekerja untuk makan nanti malam," Ucap laki-laki itu.

"Sungguh kau tidak apa-apa?"

"Tidak apa-apa,"

"Baiklah, ayo ikut aku,"

Mild membawa laki-laki itu untuk ikut dengannya, dan menjelaskan apa saja yang harus ia lakukan.

"Kau sudah mengertikan, apa yang harus kau lakukan?"

"Sudah, jika aku harus membantu kalian menjahit pun aku bisa,"

"Itu nanti jika kami membutuhkan tenaga lagi, aku akan minta bantuanmu,"

"Terima kasih banyak, karena sudah menerima ku bekerja di sini,"

"Kau jangan berterima kasih padaku, berterima kasih padanya karena dia bosnya, kalau boleh tahu siapa nama mu?"

"Aihh..kita belum berkenalan, nama ku Tharn Thara Khirigun kau boleh memangil ku Tharn,"

"Nama mu sangat bagus, seperti nama seorang mafia besar,"

"Tapi sayang, aku bukan siapa-siapa,"

"Tidak apa-apa, siapa tahu suatu saat nanti kau akan menjadi bos besar,"

"Aku tidak suka hidup seperti itu, aku lebih suka hidupku seperti ini, bebas seperti merpati tidak terikat dengan perusahaan manapun,"

"Kau memang benar, menjadi bos tidaklah enak, sudah tidak perlu di bahas lagi, ayo lebih baik kita mulai bekerja,"

Dan pada akhirnya laki-laki yang bernama Tharn itu bekerja dengan Gulf, tidak mengapa ia bekerja seperti ini asalkan ia bisa mengisi perutnya dengan uang halal.




Bersambung

❤️❤️

Aku cuma mau ngeluarin isi draff aja ya, masalah lanjut nanti2 juga gpp kan

😄😄😄

Beda Kasta (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang