part 4

1.3K 180 20
                                        

Hari ini cuaca masih sama kota Bangkok tidak berhenti di guyur hujan sejak kemarin, gerimis kecil masih mendominasi karena bulan ini memang sedang musim hujan, bau asap rokok bercampur kopi hitam menjadi satu siapa pun yang mencium aroma itu sudah pasti akan sangat tergiur terlebih lagi saat hujan seperti ini banyak orang butuh menghangatkan tubuhnya.

"Tharn!"

"Pagi Mild,"

"Apa kau sejak tadi di sini?"

"Setengah jam yang lalu,"

"Lain kali kau bisa berangkat sedikit siang, dari pada harus menunggu seperti ini,"

"Tidak apa-apa di rumah aku sudah tidak memiliki pekerjaan, jadi dari pada berdiam diri lebih baik aku berangkat kerja,"

"Kau sangat rajin sekali, sudah ayo kita masuk dan membenahi barang yang kemarin,"

Sebelum masuk Tharn menghabiskan kopinya terlebih dulu, karena ia tidak ingin mengotori butik milik Gulf.

"Apa kau sudah sarapan?"

"Aku tidak pernah sarapan,"

"Kenapa?"

"Tidak suka saja, aku kalau pagi lebih suka minum kopi,"

"Lalu! itu apa yang kau bawa?"

"Ini bekal ku untuk makan siang nanti,"

"Kau masak sendiri?"

"Tentu saja aku masak sendiri, karena aku memang tingal sendiri di rumah kecil peninggalan orang tua ku,"

"Jadi, kau sudah tidak memiliki orang tua?"

"Orang tua ku sudah meninggal saat aku kecil, mereka mengalami kecelakaan dan meninggalkan ku seorang diri, dan seperti ini hidup ku seperti tidak memiliki tujuan hidup,"

"Apa kau tidak memiliki saudara?"

"Ada, namun mereka tidak ingin mengasuh bocah brandalan seperti ku,"

"Lalu! Apakah kau sudah memiliki kekasih? Maksudku jika kau punya kekasih ada yang mengurusmu,"

"Siapa yang mau dengan laki-laki miskin seperti ku? mereka baru dekat dengan ku dan mengetahui aku bekerja serabutan, membuat mereka pergi begitu saja,"

"Bersabarlah, suatu saat akan ada yang menerimamu apa adanya, kau laki-laki baik tidak mungkin tidak ada yang mau denganmu,"

"Semoga saja Tuhan berpihak padaku, Mild tumben Bos belum datang?"

"Mungkin dia sedang dalam perjalanan,"

"Apa dia sudah memiliki kekasih?"

"Kenapa kau bertanya seperti itu?"

"Hanya ingin tau saja,"

"Dia masih single entah apa yang dia pikirkan, dia mempunyai segalanya namun dia belum menemukan belahan jiwanya,"

"Mungkin belum bertemu dengan jodohnya,"

"Mungkin saja, sudahlah tidak perlu di bahas lagi, ayo lebih baik kita bereskan semua ini, mumpung masih pagi,"

Setelah sedikit berbincang akhirnya Tharn dan Mild pun membereskan barang yang kemarin datang, karena hari ini akan di ambil pemiliknya.

Tak terasa jam sudah menujukan pukul sebelas siang namun Gulf tak kunjung datang, Mild sudah mencoba menghubunginya namun nihil tidak ada jawaban.

Di lain tempat.

"Bagaimana Phi?

"Jangan sekarang, karena Paman ada bersamanya,"

Beda Kasta (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang