part 17

1.3K 173 16
                                        

Sejak tadi Gulf gelisah pasalnya saat ini sudah pukul sebelas malam namun Zee dan yang lain belum pulang, Gulf merasa khawatir karena hanya Tuan Max yang sudah pulang sejak satu jam lalu.

Tidak lama Gulf mendengar suara deru mesin mobil dan dengan segera ia pun menghampiri mereka, Gulf hanya takut terjadi sesuatu pada Win.

"Phi Zee!"

"Gulf, kau belum tudur?"

"Bagaimana aku mau tidur, jika putraku masih berada di luar?"

"Sekarang kau tau bukan, bagaimana rasanya mengkhawatirkan seorang anak? Dan itu yang Ayah mu rasakan selama lima tahun lebih,"

"Phi!"

"Win masih di mobil bersama Mew, kau hampiri saja mereka aku ingin pergi ke kamar,"

Dengan segera Gulf berjalan ke arah mobil dan menghampiri Mew yang tengah kerepotan mengendong Win.

"Biar aku saja yang menggendongnya,"

"Dia berat, biar aku saja,"

"Dia putraku, jadi aku yang berhak menggendongnya,"

"Aku tahu dia putramu, dan aku tidak akan merebutnya darimu, menyingkirlah aku akan membawanya ke kamar,"

Gulf hanya terdiam saat Mew membawa Win pergi dari hadapanya, Gulf tidak ingin Win merasa kecewa jika ia tahu orang yang sedang bersamanya bukanlah Daddy nya.

"Terima kasih, karena sudah menjaga putraku,"

"Tidak masalah, maaf kita belum berkenalan, aku Mew Suppasit kau boleh memangilku Mew,"

Mew mengulurkan tangannya kearah Gulf, namun Gulf hanya terdiam ia tidak ada niatan menyambut uluran tangan itu.

"Baiklah, karena sudah malam lebih baik kita istirahat,"

Mew pergi dari kamar Win, ia pun juga ingin beristirahat karena sejak ia datang belum memejamkan matanya, karena Win tidak ingin melepaskannya bocah kecil itu selalu menempeli dirinya Mew melihat jika Win benar-benar merindukan sosok seorang Ayah dalam dirinya.

Lalu bagaimana dengan Mew, apakah ia tidak akan keberatan jika harus tinggal di rumah Tuan Mario untuk berpura-pura menjadi Ayah dari Win, Mew tidak tahu apa dampak jika Win tahu jika dirinya bukan orang yang selama ini ia rindukan namun sebisa mungkin Mew akan mencoba menjadi yang terbaik tanpa harus menyakiti bocah malang itu.

"Bagaimana aku menghadapinya jika sikapnya sama seperti Thran, apakah itu memang dirimu namun kau berpura-pura tidak mengenalku dan menganti identitasmu, tapi kenapa kau tidak menggunakan cincin yang pernah kita pakai bersama jika itu memang kau,"

Gulf tidak mengerti apakah ada orang yang bisa sama persis jika mereka bukan saudara kembar, atau Mew adalah Tharn yang lupa ingatan.

"Aku tidak perlu memikirkan hal yang tidak-tidak, cukup aku mengurus Win dengan baik saja,"

Karena tidak ingin membuatnya pusing memikirkan Mew itu siapa, akhirnya Gulf pun tidur dengan Win,

Sedangkan Mew tidak jauh berbeda setiap melihat wajah Gulf, entah mengapa hanya terdapat wajah sendu yang menyimpan kerinduan yang begitu besar dengan seseorang, Mew benar-benar sangat penasaran seperti apa wajah yang sudah bisa membuat Gulf seperti itu, apa benar laki-laki itu sangat mirip dengannya bukankah di dunia ini manusia banyak yang memiliki wajah yang hampir sama.

Saat tengah malam Win terbangun dan melihat siapa yang memeluknya, melihat itu Papa nya dengan perlahan Win pergi ke kamar Mew ia takut jika Mew tiba-tiba pergi lagi.

"Ternyata Daddy di sini, Win ingin tidur bersama Daddy,"

Lihatlah bocah malang itu sungguh sangat kasihan, bahkan ia tidak ingin jauh dari orang asing yang ia angap adalah Daddy nya.

Beda Kasta (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang