"Sayang, aku berangkat dulu do'a kan aku dan Ayah mu kembali dengan selamat,"
Sejak tadi Gulf hanya diam kini ia menutupi tubuhnya mengunakan selimut, bahkan Tharn mendengar suara isakan kecil dari Gulf.
"Sayang, jangan menangis aku pergi hanya sebentar,"
"Pergilah, Ayah sudah menunggumu, aku tidak ingin Ayah memarahimu jika kau terlambat,"
"Sini lihat aku dulu, supaya aku tenang saat jauh darimu nanti,"
Dengan wajah menangis Gulf mendudukkan tubuhnya lalu memeluk Tharn, Gulf sangat tidak suka dengan keadaan seperti ini karena ia sangat paham dengan Ayah nya, pasti saat pulang nanti Tharn akan mengalami luka lebam di sekujur tubuhnya karena harus bertarung dengan musuh Ayah nya, Gulf sangat takut jika terjadi sesuatu dengan Tharn.
"Aku mandikan mau?"
"Nanti, aku mandi sendiri saja,"
"Maafkan aku, sayang,"
"Kembalilah dengan selamat, aku menungumu,"
"Aku janji akan kembali dengan selamat, sudah ya jangan menangis lagi, jaga dirimu baik-baik,"
"Pergilah, aku mencintaimu,"
"Sampai jumpa sayang, aku mencintaimu,"
Cupp..
Karena tidak ingin terlalu lama melihat Gulf menangis akhirnya Tharn pergi, meski hatinya sangat berat meninggalkan kekasihnya namun ia tidak bisa berbuat apa pun, tidak mungkin bukan ia menolak perintah Tuan Mario.
Setelah kepergian Tharn, Gulf mencoba untuk berdiri ia ingin pergi ke kamar mandi membersihkan tubuhnya yang terasa lengket karena sisa percintaan semalam, jika sudah bersama Tharn entah mengapa Gulf lupa segalanya ia hanya akan pasrah di dalam kungkungan tubuh kekar Tharn.
"Perutku sangat lapar, tapi kenapa kepala ku rasanya begitu sakit,"
Setelah selesai mandi Gulf pergi ke ruang makan, dan seperti biasa Tharn sudah menyiapkan semuanya tentu saja makanan kesukaan Gulf, ini yang Gulf suka dari Tharn ia sangat perhatian padanya.
"Kau memang yang terbaik Tharn, aku mencintaimu sangat mencintaimu,"
Tidak lupa bahkan Tharn menulis kata-kata romantis di kertas yang iya selipkan di antara piring.
"Selamat pagi my love selamat makan sayang, aku sudah masak makanan kesukaanmu, maaf aku tidak bisa menemanimu sarapan hari ini, jaga diri baik-baik saat aku tidak ada, makanlah yang banyak sayang aku tidak ingin kau sakit, love you cinta ku," 😘😘
Begitulah sepengal kata yang Tharn tulis untuk cintanya, ia tidak akan pernah bosan mengatakan jika ia mencintai Gulf.
"Kau selalu seperti ini, bagaimana aku tidak semakin mencintaimu,"
Gulf mencium kertas itu lalu ia pun memasukkanya ke dalam tas, Gulf sangat senang menyimpan tulisan Tharn karena saat jauh seperti ini Gulf hanya bisa membaca ulang untuk mengurangi rasa rindunya pada Tharn.
Hari ini Gulf harus sarapan seorang diri, jika biasanya bersama Tharn namun tidak untuk hari ini, ia hanya menikmati sarapannya sendirian namun biarpun begitu Gulf tetap senang karena ia makan masakan yang di buat oleh Thran, setelah selesai makan Gulf membereskan piring kotornya, makanan yang sisa ia masukan ke dalam wadah lalu ia bawa pulang untuk ia makan nanti siang.
"Sudah rapih, tinggal menunggu Phi Zee datang,"
Tin..Tin..
"Pasti itu Phi Zee,"
KAMU SEDANG MEMBACA
Beda Kasta (END)
General FictionSebuah kasta harus menjadi penghalang mereka Lalu apa yang akan terjadi? Mereka akan hidup bersama atau akan tetap terpisah dengan keadaan?
