Pagi ini tidak seperti biasanya Gulf sedikit kesiangan saat pulang dari rumah Ayah nya Gulf merasa tidak enak badan, kepalanya pusing namun ia tidak memberitahu Mew karena Gulf tidak ingin membuat Mew menjadi hawatir apa lagi hari ini suaminya akan keluar kota untuk pekerjaan.
"Pa!" Panggil Win.
"Iya sayang,"
"Papa kenapa? Sepertinya Papa sedang sakit?"
"Tidak, Papa tidak sakit, apa kau sudah mau berangkat?"
"Iya, karena hari ini ada kelas pagi, jadi Win harus berangkat pagi-pagi,"
"Sepertinya Papa tidak bisa mengantar Win hari ini,"
"Tidak apa-apa, karena Win di jemput oleh teman,"
"Teman? Teman yang mana?"
"Dia teman kuliah Win juga,"
"Papa juga harus mengenal temanmu, supaya mudah menghubunginya jika ponselmu tidak aktif,"
"Nanti sore Win ajak kerumah, dan Papa masak yang enak-enak,"
"Papa menjadi penasaran, apakah dia orang sepesial untukmu?"
"Sangat!" Jawab Win dengan tersenyum.
"Apa kau sudah meminta izin pada daddy, jika kau akan membawa temanmu datang?"
"Belum, Papa saja yang bilang pada daddy, Win takut daddy marah,"
"Jika Win bicara baik-baik, daddy tidak akan marah,"
"Tapi tetap saja Win takut,"
"Ada apa ini? Sepertinya sedang ada pembicara serius?" Ucap Mew yang baru datang.
"Mew, kau sudah mau berangkat?"
"Iya sayang!"
"Apa kau jadi keluar kota?"
"Tidak, Ayah melarangku,"
"Baguslah kalau begitu, aku jadi tidak kesepian," Jawab Gulf dengan mencium Mew.
"Daddy!"
"Iya sayang, ada apa? Win butuh uang atau apa?"
"Tidak Dad, Win ingin meminta izin jika nanti sore Win akan membawa teman Win untuk berkunjung,"
"Teman dekat atau apa?"
"Teman biasa Dad,"
"Bawa temanmu ke sini, daddy juga ingin mengenalnya,"
"Sebenernya Papa atau daddy sudah mengenalnya, tapi biar menjadi kejutan,"
"Ya baiklah,"
"Ya sudah, Win berangkat dulu,"
"Masih ada uang jajannya?"
"Masih Dad,"
"Tunggu sebentar, daddy akan mentransfer lagi,"
"Tidak perlu Dad, uang jajan Win masih cukup,"
"Daddy, hanya tidak ingin, putra daddy kekurangan, sudah daddy transfer,"
"Terima kasih dad, Win sayang daddy,"
"Sudah sana berangkat, dan hati-hati di jalan,"
"Pa, Win berangkat,"
"Iya sayang,"
Setelah kepergian Win, Gulf melanjutkan membuat sarapannya namun Mew melarang karena ia melihat Gulf seperti sedang kurang sehat.
"Sayang, kau tidak perlu membuat sarapan,"
"Tapi kau akan berangkat ke kantor, mana mungkin aku tidak membuatkanmu sarapan,"
KAMU SEDANG MEMBACA
Beda Kasta (END)
General FictionSebuah kasta harus menjadi penghalang mereka Lalu apa yang akan terjadi? Mereka akan hidup bersama atau akan tetap terpisah dengan keadaan?
