Satu minggu kemudian...
Kini Tuan Mario dan anak buahnya sudah kembali ke Mansion, kepulangannya tentu saja Gulf sambut dengan bahagia ia tak henti-hentinya tertawa bahagia karena dengan seperti ini ia akan bertemu dengan kekasihnya yang sudah sangat ia rindukan, namun yang membuat Tuan Mario merasa khawatir wajah putranya, wajah Gulf memang sedikit pucat ia mengeluh pada Zee sejak kemarin kepalanya sakit.
"Apa kau baik-baik saja?"
"Aku baik Ayah,"
"Tapi, kenapa wajahmu terlihat pucat?"
"Kepalaku sedikit pusing sejak kemarin, tapi aku tidak apa-apa,"
"Jangan membuat ayah khawatir, Ayah sangat menyanyangimu,"
Saat Gulf tengah berbincang dengan Ayah nya Tharn datang untuk berpamitan, ia ingin pulang namun saat melihat keadaan Gulf, Thran merasa jika Gulf sedang sakit.
"Maaf Tuan, menggangu waktunya,"
"Ada apa?"
"Saya mau izin pulang, jika sudah tidak ada pekerjaan untuk saya Tuan,"
"Pulanglah dan istirahat, untuk beberapa hari kau boleh tidak masuk,"
"Kenapa Ayah? Apa Ayah memecatnya?" Tanya Gulf.
"Tidak, Ayah hanya ingin Thran beristirahat, kasihan dia pasti lelah,"
"Semua karena Ayah,"
"Thran!"
"Saya Tuan,"
"Ini gajimu, bulan ini aku memberimu bonus karena kau sudah bekerja dengan baik,"
"Terima kasih banyak Tuan, kalau begitu saya izin,"
"Iya, hati-hati di jalan,"
Gulf senang saat tahu Thran mendapat gaji dan bonus dari Ayah nya, namun saat mereka saling tatap Gulf melihat wajah sendu milik Thran, Gulf berpikir apa Thran melihat jika ia sedang tidak baik-baik saja.
Setelah kepergian Thran suasana menjadi sunyi, Gulf lalu berpamitan pada Ayah nya jika ia akan mengunjungi Mild, dan seperti biasa Tuan Mario memberi izin pada Gulf.
"Kalau pergi minta antar Phi mu, jangan pergi sendirian,"
"Iya Ayah, Gulf akan bersiap dulu sudah sana Ayah istirahat,"
Tuan Mario pun pergi untuk istirahat, sedangkan Gulf dengan hati senang melangkah pergi ke kamarnya ia akan bersiap dan sedikit berdandan ia sudah tidak sabar bertemu dengan kekasihnya.
"Phi, sudah dulu telponanya, ayo antar aku ke rumah Thran,"
"Sebentar, lima menit lagi,"
"Cepat Phi, nanti Phi bisa lanjutkan lagi telponanya,"
"Mengangangu saja kau itu, ayo cepat,"
"Terima kasih, Phi ku yang tampan,"
"Kalau ada maunya pintar merayu,"
"Jangan seperti itu, jika nanti aku menikah dengan Thran Phi pasti akan merindukanku,"
"Tidak!"
"Phi jahat,"
Gulf pergi dari hadapan Zee dengan menghentakan kaki ia kesal tentu saja, apa Phi nya itu tidak tau jika ia sangat merindukan Thran, namun saat akan keluar rumah Gulf dan Zee berpapasan dengan Briana entah apa yang akan di lakukan wanita itu tiba-tiba mengunjungi Mansion milik Ayah nya setelah sekian lama menghilang.
"Sudah sampai, silahkan turun Tuan putri,"
"PHI!!"
"Jangan berteriak, sudah sana turun, lihat pangeranmu sudah menyambutmu,"
KAMU SEDANG MEMBACA
Beda Kasta (END)
Fiksi UmumSebuah kasta harus menjadi penghalang mereka Lalu apa yang akan terjadi? Mereka akan hidup bersama atau akan tetap terpisah dengan keadaan?
