Part 34 -Cousin

23.1K 784 6
                                        

Saat pintu depan mansion terbuka Jack dikejutkan oleh Alana yang berdiri diambang pintu seolah memang menanti dirinya.

"Kamu mengejutkanku ana.."

"Aku mau bertanya."

"Hm?" Jack melangkahkan kakinya masuk dan pintu otomatis tertutup. Pria itu menggiring Alana untuk berjalan kearah sofa dan kemudian Jack mendudukkan Alana diatas pahanya sedangkan pria itu memeluk Alana.

"Apa aku jelek? Apa karena hamil aku jadi tidak menarik lagi?"

Jack mengerutkan dahinya heran, setelah meributkan drama korea sekarang apalagi penyebab Alana bertanya seperti ini? Jack benar-benar tidak bisa menebaknya.

"Tidak sayang, kamu sangat cantik. Sangat sempurna. Meski badanmu bertambah berat-"

"Bertambah berat, maksudmu aku gemuk kan sekarang? Ya karena aku hamil tau?! Kalau kamu cuma mau aku hamil tanpa bertambah berat badan ya mimpi saja. Aku jadi begini juga karena kamu? Jika memang aku tidak cocok menjadi istrimu kenapa kamu memilih aku?! Kamu yang memaksaku masuk kedalam hidupmu tau?"

Jack menggigit bibirnya sendiri, ia bingung harus mengatakan apa. Alana bahkan sudah berspekulasi sendiri seperti itu. Hal seperti ini sudah bukan sekali dua kali selama masa kehamilan Alana. Jack benar-benar serba salah.

"Pelan-pelan sayang bicaranya, jangan seperti itu. Aku belum menyelesaikan ucapanku kenapa kamu potong"

"Hm, aku sudah menebaknya. Daripada kamu mengatakannya dan membuatku semakin sedih lebih baik aku yang mengatakannya."

"Tetapi kamu salah mengartikan ucapanku. Dengar, maksud ucapanku sebelumnya adalah meskipun kamu bertambah berat badan selama hamil ini kamu tetap terlihat sangat cantik dan menarik."

Jack menangkup pipi Alana dan mengecup bibir mungil Alana yang masih saja cemberut. Sepertinya kata-katanya tidak berhasil membuat Alana damai dengan pikirannya sendiri.

"Katakan padaku, kenapa kamu tiba-tiba bertanya seperti ini hm?"

"Ada seseorang yang mengatakan aku jelek, tidak cocok bersamamu."

Ekspresi wajah Jack berubah datar mendengar hal itu. Siapa yang berani mengatakan itu dihadapan istrinya ini? Kurang ajar.

"Siapa?"

"Intinya ada! Kamu tidak perlu tau"

Jack menghela nafasnya kasar.

"Ya sudah jangan dipikirkan lagi. Aku akan menghukum orang itu jika kamu masih bersedih karena kata-katanya. Kamu tau kan bagaimana aku?"

Alana menganggukkan kepalanya tanda ia mengerti maksud perkataan Jack. Meskipun dihati Alana masih tersinggung akan kata-kata orang itu, Alana pikir ia harus mencoba melupakannya agar tidak terjadi sesuatu yang lebih buruk terjadi.

'aku akan memberi mulut kurang ajarnya pelajaran sayang. Meskipun kamu tidak memberitahu ku orangnya, aku akan menemukannya.' batin Jack geram.

"Aku akan membersihkan diriku dulu, setelah itu membuat susu untukmu dan tidur. Maaf tadi aku terlambat pulang."

"Iya tidak apa-apa, yasudah ayo."

"Iya, ingat juga kata-kata ku ini, jangan masukkan hati perkataan orang tadi mengerti? Kamu orang yang sangat cocok bersanding denganku. Kamu cantik, baik, sempurna, bahkan calon ibu dari anakku. Tidak ada wanita yang lebih menarik darimu dihatiku."

Setelah mengatakan itu Jack bangkit dengan membopong Alana bridal style menuju kamar mereka.

'Sisi Jack yang lembut dan perhatian seperti ini membuatku jatuh hati.. kurasa aku benar-benar jatuh hati padanya sekarang..' batin Alana tak bisa menyangkal perasaannya sendiri.

Jack's Obsession Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang