"Aku akan pulang dua hari lagi, jangan nakal okay? Jangan pergi kemanapun tanpa izin dariku. Aku akan menelepon mu disaat aku senggang."
"Hm, okay.."
Jack mengusap rambut Alana dan memberikan kecupan di kening gadis itu cukup lama. Sangat berat untuk meninggalkan Alana sekarang, tetapi pekerjaannya benar-benar harus dihandle olehnya sendiri.
Setelah Jack pergi, Alana keluar dari kamarnya. Ia sangat penat dan ingin mencari udara segar ditaman. Sebenarnya Alana ingin berenang, tetapi Jack melarangnya untuk sekarang karena tidak ada pria itu disana. Jadi Alana hanya bisa menunggu Jack pulang baru bisa berenang.
Saat Alana tengah asik menikmati angin sepoi-sepoi dan pemandangan indah sembari mengusap perutnya yang mulai membuncit tiba-tiba seseorang datang dan mendudukkan dirinya disamping Alana.
"Eh?"
"Hai Alana." cengir Samuel menyambut wajah terkejut Alana.
"Kamu ngapain disini?"
"Huh kamu seperti tidak senang saja aku datang. Aku hanya ingin berkunjung kemari dan melihat calon anak sepupuku." Ujar pria itu sembari tatapan matanya jatuh pada perut Alana.
Alana mengangguk mengerti kemudian kembali terkejut saat tangan Samuel mengusap-usap perutnya. Ia ingin menyingkirkan tangan itu tetapi ia juga tidak enak untuk melakukannya, takut Samuel tersinggung akan tindakannya. Lagipula Samuel mengusap juga karena ada anak sepupunya didalam sana bukan?
"Alana, jika kamu dan anakmu.. dalam keadaan bahaya. Mana yang akan kamu pilih untuk diselamatkan, kamu atau anakmu?"
Alana menyerngitkan dahi, pertanyaan Samuel kenapa sangat aneh, pikir Alana.
"Tentu aku akan menyelematkan anakku."
"Hmm gitu ya? Lalu bagaimana jika seandainya, kamu dan anak dari adikmu dalam keadaan bahaya. Apa kamu mau menyelamatkan anak itu? Atau justru menyelamatkan dirimu sendiri karena kamu mengingat anakmu juga menantimu untuk pulang."
"Em tergantung, tetapi sepertinya aku akan menolongnya tanpa memikirkan apapun."
"Kenapa begitu?!" Tanya Samuel meninggikan suaranya, Alana tersentak mendengarnya.
"Sorry.. kelepasan. Aku hanya terkejut mendengarmu bicara begitu, apakah kamu tidak memikirkan anak kandungmu sendiri? Karena saat kamu menyelamatkan anak dari adikmu, otomatis kamu akan mati."
Alana mencerna ucapan Samuel dengan seksama, entah apa yang pria itu pikirkan hingga pertanyaan serandom ini ia lontarkan kepada Alana.
"Aku melakukan itu karena aku pasti menganggap anak dari adikku adalah anakku juga yang harus ku jaga dan ku sayangi."
"Tetapi tetap saja bukan anak kandungmu kan?!"
"Kenapa kamu ngegas begitu? Lagipula aku juga tidak punya adik! Aku anak tunggal. Jadi aku tidak akan mengalami itu tau."
Samuel menutup mulutnya tidak tau harus menjawab apa. Kemudian ia berdiri mengajak Alana untuk ikut bersamanya.
"Mau kemana?"
"Ayo kita bersenang-senang didalam. Menonton film kesukaanmu, makan makanan enak, dan melakukan sesuatu yang menyenangkan."
'dasar aneh sekali' batin Alana terheran-heran melihat Samuel yang kini bahkan sedang menunjukkan senyum pepsodentnya didepannya.
Tetapi meski begitu Alana pun mengangguk karena ia sendiri bingung harus melakukan apa. Bodyguard yang berjaga 5 meter dibelakangnya hanya mengikutinya, dan jika diajak bicara pasti akan menjawab dengan sangat sopan dan tidak asik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jack's Obsession
Storie d'amoreBagaimana jika waktu liburan yang kamu pikir akan menyenangkan justru membawamu kesebuah sangkar tanpa pintu? Dimana seseorang yang tidak pernah kamu bayangkan kini sangat terobsesi denganmu. "Apa kamu pikir aku akan dengan mudah melepasmu hanya den...
