Part 53 -Broken Heart

14.1K 429 9
                                        

Dipagi hari yang cerah ini, Alana tengah sibuk merias wajahnya. Ia megoleskan lip cream nude dan kemudian berwarna merah yang ia gunakan sebagai ombre. Hasilnya bibir Alana terlihat cantik tipis glossy. Ia tak sabar untuk segera turun dan menemui suaminya. Alana ingin melihat bagaimana respon Jack melihatnya menggunakan pakaian ini.

Sejujurnya Jack sudah menyiapkan sebuah jaket kulit yang senada dengan miliknya tetapi Alana tidak memakainya ia justru memakai crop top hitam yang bisa ia gunakan untuk dikamar saja karena Jack selalu melarangnya untuk memakainya diluar kamar.

Setelah selesai dengan kesibukannya merias diri, Alana mengambil helm yang tergeletak diatas meja dikamarnya. Ia langsung memakainya dan menuruni tangga dengan tak sabaran.

"The hell sayang?!"

Jack yang sebelumnya sudah berada diatas motor besar miliknya kini mematikan mesin motor itu dan turun. Dibalik helm yang ia pakai, ia menatap Alana tajam dan tak bersahabat. Ia sangat tidak suka melihat penampilan Alana. Bagaimana jika tubuh istrinya justru menjadi tontonan? Ia tak akan sudi berbagi.

"Naik dan ganti bajumu." Ujar Jack dengan suara yang tertahan mencoba untuk tidak meninggikan intonasinya

"Tidak mau. Aku mau seperti ini." Jawab Alana dengan cengirannya.

Tak ada pilihan lagi, Jack dengan cepat mengangkat tubuh kecil itu seperti karung beras. Alana memukuli punggung Jack, ia tak menyangka Jack justru tidak banyak bicara dan langsung bertindak

"Iya-iya Jack aku akan ganti!! Turunkan duluu aku malu"

Plak!

"Ouch, jaga tanganmu Jack!"

Jack menampar pantat Alana. Ia merasa geram sekali dengan gadis ini yang begitu keras kepala dan selalu menguji kesabarannya.

"Jaga tanganku? Bukankah kamu menyukainya saat aku melakukan itu dimalam panas kita?" Tanya Jack sengaja menggoda Alana.

"Diam ih!" Alana dengan kesal menggigit bahu Jack membuat pria itu terkejut sesaat tetapi kemudian ia kembali menggoda Alana

"Tidak apa-apa kamu menggigit ku, tetapi nanti gantian ya? Aku juga mau 'menggigit' mu."

Pipi Alana bersemu merah padam kala mendengar penuturan Jack yang semakin diluar nalarnya. Alana jelas tau apa yang Jack maksud.

"Kalau begitu aku akan membalasmu lagi, aku akan menjambak rambutmu sampai kamu botak."

Jack terkekeh mendengar ucapan Alana. Kenapa istrinya begitu menggemaskan?!, Batin pria itu frustasi.

"Tidak apa-apa sayang aku rela kamu Jambak, seperti biasa kamu juga menjambak rambutku kan? Bahkan hingga mencakar punggungku." Goda Jack lagi.

"Menyebalkan." Alana bergumam kala tak tau harus menjawab apalagi, ia skak mat saking malunya sendiri.

Setelah Alana mengganti pakaiannya sesuai dengan apa yang sudah Jack siapkan, kini ia membonceng Jack dengan memeluk perut pria itu erat.

"Jika tidak menggunakan jaket seperti tadi kamu bisa sakit sayang." Kata Jack kala mereka kini sedang dipersimpangan dan menunggu lampu lalu lintas menjadi hijau.

"Iya suamiku yang bawel" ujar Alana membuat Jack tersenyum dibalik helm full face nya.

Mereka mengelilingi kota London bahkan sampai keluar kota Brighton. Jack menjalankan motor nya tidak secepat saat ia sendiri, tetapi tidak pula terlalu lambat. Ia senang kala mendengar Alana berbicara sepanjang perjalanan, entah mengomentari gedung gedung, orang, atau apapun yang gadis itu lihat.

Inilah yang ia mau dengan mengajak Alana untuk pertama kalinya mereka berpergian bersama menaiki motor.

"Aduh pinggangku." keluh Alana kala ia menuruni motor itu dan merasa pegal dipinggangnya. Jelas ia merasakan itu, karena cukup lama mereka menaiki motor dengan jok belakangnya yang lebih tinggi hinga membuat tubuh Alana condong kedepan.

Jack menarik Alana dan mengusap punggung gadisnya itu dengan perhatian.

"Kita makan siang dulu, kemudian pulang. Okay?"

"Siap suami!"

Jack membantu Alana melepaskan helm gadisnya, ia kemudian menggandeng Alana menuju sebuah restauran mewah yang terletak tak jauh dari pantai di Brighton.

Mereka memesan beberapa hidangan laut yang cukup menggiurkan, sembari menunggu Alana justru membuka ponselnya dan memfoto Jack yang duduk disebrang nya.

"Apa aku begitu tampan sampai kamu mau mengabadikannya?"

"Oh jelas, aku mau update status di Instagram ku agar semua orang tau kamu milikku." Ujar Alana, tetapi nada yang gadis itu berikan cukup ketus membuat Jack menaikkan alisnya bingung.

"Ada apa hm?"

"Tidak ada"

"Katakan."

"Lihat disana, mereka sedari tadi memperhatikan mu. Apa mereka tidak segan padaku padahal aku bersamamu!"

"Haha, jadi kamu cemburu sayang?"

"Iya aku cemburu! Mau apa kamu? Tidak suka? Yasudah jangan bicara padaku lagi."

Jack terkekeh geli melihat Alana yang sangat menggemaskan sekarang menurutnya. Ia berdiri dan mendudukkan dirinya disamping Alana. Ia menangkup pipi Alana dan menolehkannya agar menatapnya.

Tanpa basa-basi ia mencium kening Alana, kedua pipi Alana dan berakhir kecupan dibibir merah ranum itu. Alana cukup bersemu dibuatnya.

"Eh.. mm apasi.. Jack. Ditempat umum.. malu."

"Katanya kamu ingin semua orang tau aku milikmu? Ini caraku sayang."

"Iya tapi-"

"Aku akan menciummu lagi jika terus berbicara."

Ucapan Jack membuat Alana terdiam dengan mata yang menyipit menatap suaminya horor. Pemandangan romantis itu disaksikan olehs sekumpulan wanita yang sedari tadi memperhatikan Jack sejak mereka memasuki restauran itu.

Ada yang merasa cemburu, ada pula yang merasa marah karena mereka tidak bisa mengatakan Alana jelek dan tidak cocok dengan Jack karena pada dasarnya istri pria triliuner itu sangat cantik dan menggemaskan.

Saat makanan mereka tiba, belum sempat Alana memasukan sesuap makanannya sebuah suara berhasil mengalihkan perhatiannya.

"Oh honey! What have you been lately?"

(Oh sayang! Apa kabarmu akhir-akhir ini?)

Seorang wanita dengan pakaian yang sangat ketat dan rambut blonde yang tergerai menghampiri Jack dan langsung mendudukan dirinya diatas pangkuan suaminya. Tangannya melingkar dengan kurang ajarnya dileher Jack.

"Turun dari sana Margareth!" Ucap Jack tegas tak kala matanya kemudian menangkap Alana yang kini terlihat terkejut sama seperti dirinya.

Namun wanita itu tampak tidak melepas rangkulannya dari leher Jack. Dengan kasar Jack berdiri membuat wanita itu hampir jatuh jika saja tangannya tidak merangkul leher Jack.

"Kenapa kamu kasar sekali sih? Aku hanya merindukanmu." Margareth tampak mengeluh dan cemberut.

"Jangan pernah seenaknya menyentuhku atau aku akan memotong tanganmu." Ucap Jack dengan nada penuh ancaman.

Alana hanya melihat interaksi mereka, hatinya memanas menatap wanita dengan pakaian ketat itu justru sok sedih dengan wajah cemberutnya. Seperti badut saja, batin Alana kesal.

"Jahat sekali, apa kamu tidak ingat malam panas kita? Apa karena dia?" Margareth tiba-tiba menunjuk Alana dengan kurang ajarnya.

Alana meletakkan sendoknya sudah merasa benar-benar hilang mood nya apalagi saat melihat Jack menarik tangan wanita itu keluar dari restaurant ini tanpa berkata apapun kepadanya.

Merasa Jack terlalu lama diluar Alana pun menyusul, dia tak melihat suaminya diluar sana. Langkahnya mencari ke sekeliling luar restauran hingga langkahnya terhenti dan jantungnya yang seolah lepas kala melihat pemandangan dihadapannya.

"Jahat." Gumam Alana kemudian pergi dari sana.

Satu tetes air mata berhasil menetes dari pelupuk Alana. Demi apapun, ini sangat menyakitkan. Dengan mata kepalanya sendiri ia melihat suaminya berciuman dengan wanita tidak tau diri tadi.

.

.

Greget kan kalian kasian deh.

Jack's Obsession Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang