Part 21 -Missing

29.4K 952 9
                                        

"habiskan makananmu dulu." perintah Jack begitu Alana terus merengek meminta telepon orangtuanya. Setelah dari taman, Jack membawa Alana untuk makan siang.

Saat ini Alana duduk sendiri dikursinya yang dekat dengan Jack dimeja makan itu. Meja makan yang besar tetapi hanya dua kursi yang terisi sedangkan sisanya kosong.

"Iya, but promise me? after I've finished this lunch you should hand me my phone."

(Iya, tetapi janji padaku? Setelah aku menyelesaikan makan siang ini kamu harus memberiku ponselku)

"I promise." Jawab Jack kemudian memasukan sepotong cordon blue kedalam mulutnya.

Alana dan Jack memakan dengan tenang, tatapan Jack sering kali terpaku kepada Alana. Ia yang tidak mempercayai adanya Tuhan justru membatin mensyukuri ciptaan Tuhan yang satu ini.

'Ana.. pretty,cute and perfect." batin Jack begitu memuja pada Alana.

Setelah mereka menyelesaikan makan siangnya, Jack merangkul Alana kembali membawa gadis itu untuk duduk di sofa yang ada diruang tengah mansionnya.

"Give it to me." ujar Alana dengan tatapan penuh harap.

"Kiss me first."

Jack menatap wajah terkejut Alana, pipi gadis itu terlihat memerah hingga telinganya. Entah apa yang ada dipikiran Alana saat ini yang pasti Jack sangat gemas.

"Dalam hitungan ketiga.. satu.."

Cup.

Alana secepat kilat menyambar pipi Jack membuat Jack mengangkat satu alisnya heran.

"My lips baby."

"Tetapi.."

"Dua.." Jack melanjutkan berhitung, saat Jack akan mengucap angka tiga Alana berdiri dan kemudian membungkuk didepan Jack mencium bibir pria itu cepat.

Tetapi saat Alana akan melepasnya Jack justru menahan tengkuk Alana dan menarik Alana hingga gadis itu duduk diatas pangkuan Jack. Ciuman Jack yang dalam, seolah rakus akan Alana. Pria itu begitu memuja gadis asal Indonesia ini.

Jack melepaskan pagutan bibirnya begitu merasakan Alana kekurangan nafas. Mereka berdua terengah. Jack tersenyum tipis melihat bibir Alana yang basah karenanya.

"Mine." Tegas Jack sembari mengecup bibir itu sekilas.

Alana yang akan berdiri ditahan lagi oleh Jack. Perutnya sudah terlilit tangan kekar pria itu. Alana menahan nafasnya saat Jack menatapnya begitu intens. Alana mencoba membuang pandangannya dari Jack. Entah mengapa tatapan Jack yang intens itu selalu mengintimidasi nya.

"Call your parents. Say you're okay here and don't be naughty." Ujar Jack dengan suara beratnya. Kemudian menyodorkan ponsel dengan casing kuning berbentuk tiga dimensi Spongebob milik Alana.

Alana mengangguk kemudian membuka ponselnya. Saat melihat aplikasi pesannya itu ia menyadari sudah tidak ada bubble Chat dengan teman-temannya. Hanya ada group keluarga dan nomor orang tuanya serta satu nomor lagi bertuliskan "My husband"

Alana menoleh kepada Jack

"That's mine, I'm your future husband." Jack seolah tau tatapan Alana yang mempertanyakan nama kontak pria itu diponsel Alana.

'aku tidak mau memiliki "husband" seperti mu.' ujar Alana dihati, namun entah mengapa ada keraguan disana.

Tanpa ambil pusing Alana menekan tombol call pada nomor mama nya. Saat dering ketiga, telepon tersambung. Jack menyuruh Alana untuk mengaktifkan loud speaker agar pria itu dapat mendengar juga.

"Ana?! Akhirnya kamu menelpon mama sayang." Ujar mamanya disebrang sana.

Saat Alana akan mengucapkan sesuatu, terdengar suara mama nya yang sedang memanggil papahnya.

Jack's Obsession Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang