Waktu menunjukkan pukul 1 dini hari. Alana mulai membuka matanya secara perlahan. Gadis itu butuh beberapa detik untuk mencerna akan situasi yang sebelumnya ia lewati.
"Aaaak, apa yang kamu lakukan?!" Hingga kemudian dengan reflek ia terduduk dan berteriak kaget saat menyadari bahwa saat ini ia sedang berada diatas ranjang yang sama dengan seorang pria asing.
Jack, pria itu membuka matanya dan mencoba menarik Alana untuk berbaring kembali. Tetapi gadis itu menghindar dan duduk menjauh darinya.
"Apa yang kamu lakukan padaku! Kenapa aku tidak memakai pakaianku?! Dimana-"
"Pakaianmu kotor sayang, aku hanya menggantinya agar kamu lebih nyaman."
"Kamu yang menggantinya?!" Teriakan Alana semakin lantang. Gadis itu terkejut bukan main. Berarti pria itu sudah melihat tubuhnya? Apa ia melakukan hal yang tidak-tidak padanya?
Jack mendengus, pria itu duduk dan menyalakan lampu kamar itu. Memperhatikan Alana dengan rambut yang acak acakan dan wajah terkejutnya.
"Jangan khawatir, aku tak melakukan hal aneh apapun padamu." Ucap Jack mencoba menenangkan gadis itu
Disisi lain, Alana juga cukup terkejut melihat Jack yang tidak memakai atasan apapun dan hanya menggunakan celana pendek hitam ketat miliknya. Pikiran Alana benar benar buruk saat ini.
"Dan, mulai saat ini kamu harus terbiasa denganku yang tidur tidak menggunakan atasan." Lanjut Jack saat melihat tatapan Alana yang mengarah pada tubuhnya.
Alana melengos. Bagaimana bisa ia berada diposisi seperti ini. Alana merasa sangat sial dengan takdir yang membawanya bertemu dengan pria psikopat ini. Pria asing yang tiba tiba menunjukkan taringnya pada Alana.
"Allard..." gumamnya pelan saat mengingat apa yang terjadi sebelumnya. Sedetik kemudian air mata jatuh dari pelupuk matanya. Bayangan tubuh Allard yang bergelimang darah muncul dikepalanya.
Jack menarik Alana kedalam dekapannya, membawa gadis itu untuk kembali berbaring dengan posisi berada dalam pelukannya. Alana memberontak dan mencoba melepas tangan yang melingkar cukup kuat dipinggang rampingnya
"Lepas Jack, aku harus pergi."
"Sssh, this is your new home baby. Just sleep and take a good rest"
(Ssssh, ini rumah barumu sayang. Tidur saja dan istirahat lah yang cukup)
"Gila! Mudah sekali kamu mengatakan seperti itu setelah berbuat sesuatu yang sangat jahat! Bagaimana dengan Allard sekarang?!"
Jack jengah, pria itu tidak cukup sabar untuk menanggapi nada tinggi yang gadis itu lontarkan padanya. Emosi Jack tersulut, lagi lagi pria lemah itu yang gadisnya pikirkan.
Jack membalik tubuhnya hingga kini posisinya tepat berada diatas Alana dengan mengunci kedua tangan gadis itu. Kaki Alana yang semula mencoba menendang Jack kini terhimpit diantara kaki Jack. Pria itu benar benar mengunci pergerakan Alana. Menatap mata Alana tajam dengan rahang yang mengeras.
"Jika kamu terus memberontak, aku akan memperkosamu malam ini juga Alana!"
Alana terdiam, gadis itu yakin ucapan Jack bukanlah sekedar ancaman terlihat dari ekspresi marah pria itu. Tetapi gadis itu juga sangat marah, Jack dengan mudah membunuh Allard dan sekarang pria itu membawanya ke sini. Tempat yang mana Alana benar-benar tidak tau ada dimana.
Alana membuang mukanya kesamping tak mau menatap Jack yang saat ini terus mengulitinya dengan tatapan tajamnya. Gadis itu tak dapat menahan isakan yang sedari tadi ia tahan.
Jack megang dagu Alana, mengarahkan gadis itu untuk kembali menatapnya. Kemudian Jack dengan gesit, menyatukan bibirnya dengan bibir pink alami Alana. Alana melotot kaget dan menggelengkan kepalanya berusaha melepas pagutan bibir mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jack's Obsession
RomansaBagaimana jika waktu liburan yang kamu pikir akan menyenangkan justru membawamu kesebuah sangkar tanpa pintu? Dimana seseorang yang tidak pernah kamu bayangkan kini sangat terobsesi denganmu. "Apa kamu pikir aku akan dengan mudah melepasmu hanya den...
