Tepat di Minggu ke -38 dimana sebelumnya ia yang sedang menemani suaminya diruang kerjanya menjadi panik kala melihat cairan putih keluar begitu banyak dari miliknya.
Jack yang sebelumnya sedang fokus pun terkejut kala mendengar Alana berujar dengan panik. Pria itu dengan segera melepas kacamata yang bertengker di hidung mancungnya dan mendekati istrinya yang duduk disofa sisi kiri meja kerjanya.
"Jack! Apakah air ketubanku pecah? Perutku juga sakit.." Alana memegang perutnya yang kemudian terasa sakit. Ia yang notabenya tidak pernah melahirkan sebelumnya bisa tau hal itu karena Aaron kerap memberinya pengetahuan agar jika ini terjadi mereka tidak perlu panik.
Namun tetap saja sekarang Alana begitu panik karena perutnya rasanya tidak karuan. Melihat kepanikan Alana Jack pun ikut panik namun pria itu mencoba menekan rasa paniknya dan menenangkan Alana.
"Sayang, kita kerumah sakit okay? Jangan menangis. Tidak ada apa-apa. Ayo." Jack menggendong Alana bridal style dan langsung keluar kamar. Kebetulan diluar terlihat Aaron yang sedang melintas membuat pria itu langsung mendekat. Matanya melihat bagian kaki Alana yang tampak basah hal itu membuatnya semakin yakin atas apa yang terjadi.
"Akhirnya.." gumam Aaron kemudian ikut menuruni tangga. Ia berlari lebih dulu untuk memanggil sopir dan membuka pintu mobil untuk Jack dan Alana.
"Cepat kerumah sakit! Katakan pada Fabio untuk mempersiapkan ruangan untuk gadisku."
Jack berkata yang kemudian diangguki oleh Aaron. Pria itu dengan segera menelpon Fabio yang langsung dilaksanakan oleh pria disebrang sana.
"Jack.. takut.. aku takut.." gumam Alana dengan tangan yang terus mengusap perutnya. Sedangkan Jack mengusap keringat yang berkali-kali menetes dipelipis Alana.
"Tidak sayang, jangan takut. Ada aku disini okay? Semua akan baik-baik saja. Kamu harus yakin." Ucap Jack lembut dan penuh perhatian.
Ia menarik Alana untuk bersandar padanya dan terus mengusap perut Alana. Pria itu terus bergumam seolah sedang berbicara pada little J yang ada didalamnya.
"Sayang, yang tenang ya.. jangan membuat mommy mu kesakitan.."
"Little J kan anak pintar.. sabar ya.. sebentar lagi kita sampai dirumah sakit.."
Ucapan Jack terhenti kala Aaron kemudian berbalik menoleh kearah mereka.
"Alana apakah perutmu terus terasa kencang?"
"Iya namun tidak selalu, seperti terkadang kencang sekali rasanya namun kemudian hilang."
Aaron mengangguk mengerti.
"Itu kontraksi palsu, kamu jangan panik karena itu wajar. Untungnya kita masih ada waktu menuju rumah sakit. Kamu tenangkan dirimu."
Alana mengangguk kemudian menyandarkan kepalanya di bahu Jack. Meski Alana mengerti namun genggamannya pada tangan suaminya tak ia lepas sedikitpun. Ia begitu gugup dan sebenarnya.. ia takut.
•••
Alana duduk di ruang persalinan, wajahnya penuh ekspresi campur aduk dari kegugupan, kebahagiaan, dan ketegangan. Sesaat lagi, dia akan melahirkan anak keduanya, tetapi ini jadi kali pertama ia menghadapi situasi persalinan. Little J adalah anak yang sangat ia dan suaminya nantikan.
Dokter Clarissa seorang ahli kebidanan yang berpengalaman yang didampingi Aaron, berdiri di sebelahnya membantu dokter Clarisaa seolah menjadi asistennya. Alana meremas tangan suaminya,Jack, yang berusaha memberikan dukungan dan ketenangan.
"Kamu bisa, Alana. Saya di sini untuk membantu," kata Dokter Clarissa dengan senyuman lembut.
Alana mengangguk, tetapi dia tidak bisa menghilangkan kekhawatiran dari matanya. Ini adalah saat yang dinantikan dan ditakuti sekaligus. Dia tahu bahwa menjadi seorang ibu akan mengubah hidupnya selamanya, dan dia berharap semuanya akan berjalan dengan baik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jack's Obsession
RomanceBagaimana jika waktu liburan yang kamu pikir akan menyenangkan justru membawamu kesebuah sangkar tanpa pintu? Dimana seseorang yang tidak pernah kamu bayangkan kini sangat terobsesi denganmu. "Apa kamu pikir aku akan dengan mudah melepasmu hanya den...
