Alana turun dari mobil setelah Jack membukakan pintu mobil itu untuknya. Kini ia menatap bangunan megah yang dikelilingi oleh hutan yang cukup lebat. Ia meminta Jack untuk kembali tinggal di mansion ini. Jack sebenarnya sudah menolak karena ia tak mau Alana mengingat kejadian dikamar mereka saat ia diculik oleh komplotan Adrian.
Alana tetap kekeuh ingin tinggal di mansion. Jack tidak bisa menolak lagi, yang penting Alana sendiri sudah yakin bahwa ia sudah cukup berdamai dengan masa lalu. Jack menggandeng tangan kecil itu dan mereka bersama memasuki mansion yang memiliki pintu utama cukup besar.
Pintu terbuka lebar dan banyaknya maid dan para pegawai di sisi kanan kiri menyambut kedatangan Alana dan Jack. Mereka semua menunduk tak berani menatap awalnya namun Jack berdehem membuat mereka mendongak dan memberikan senyumnya pada Alana.
Jessi, wanita tua yang menjadi ketua pelayan disini mengeluarkan suaranya.
"Selamat datang nyonya dan tuan, semoga kedepannya kalian tetap diberi kedamaian dan keharmonisan."
Alana tersenyum menatap Jessi, matanya menyipit.
"Aamiin, terimakasih Jessi."
"Apakah sudah disiapkan semuanya?" tanya Jack pada jessi
"Sudah tuan, setelah tuan menelfon kami semua langsung bergegas mempersiapkannya agar setelah tuan dan nyonya sampai semua sudah siap."
Alana menoleh pada suaminya, apa yang disiapkan? Ia tidak tau. Jack mengusap dahi Alana yang tampak berkerut
"Ayo keatas, kamu akan tau"
"Aku bisa jalan Jack!"
Kata Alana dengan terkejut kala suaminya menggendongnya bridal style dihadapan semua bawahannya. Mereka tampak tersenyum melihat sepasang suami istri ini.
"Aku tidak mau kamu kelelahan. Jangan banyak gerak nanti jatuh."
Alana melingkarkan tangannya keleher suaminya, ia mengalah. Bersandar pada dada bidang Jack juga tak ada ruginya, ia menyukainya. (Malu dikit ga ngaruh.)
Jack membawa Alana keatas, kekamar mereka. Tetapi sebelum memasuki kamar Jack menunjukkan sebuah ruangan disamping kamar mereka, pintu terbuka dan tampak disana ada sebuah kamar yang memiliki banyak perlengkapan alat dokter.
"Ini apa?" Tanya Alana heran karena sebelumnya ruangan disamping kamar mereka itu adalah kamar yang ditinggali oleh orang tuanya ketika mereka disini.
"Ini kamar untuk Aaron. Lama tak terlihat, aku menyuruhnya belajar untuk menggantikan dokter kandunganmu. Nanti saat kamu akan melahirkan, kita baru ke spesialis yang lebih mahir dari pada dia, tenang saja."
"Yaampun.."
"Hanya untuk jaga-jaga sayang, dia akan tinggal disini mulai malam ini. Para maid juga akan lebih sering melintas kamar ini takut-takut kamu ingin sesuatu. Aku sudah memerintahkan mereka semua."
"Balkon kamar sudah terlapisi tralis pelindung, jika kamu ingin melihat keluar kamu bisa menekan tombol didinding sebelah tralis maka otomatis akan terbuka. Tetapi saat kamu masuk, kamu harus langsung menutupnya. Itu agar kemananmu lebih terjaga sayang."
"Kamu berlebihan Jack"
"Berlebihan? Apa? Aku melakukan hal wajar. Aku ingin kalian baik-baik saja. Aku ingin memperbaiki kesalahanku dimasa lalu, apa itu salah?"
Alana menutup mulutnya,ia tidak jadi mengeluarkan kata-kata yang akan terlontar dari bibirnya. Ia paham, Jack pasti merasa bersalah hingga kini ia ingin menjaganya lebih ketat dari sebelumnya.
"Maaf" hanya satu kata itu yang berhasil keluar dari bibir Alana.
"Tidak apa-apa, aku mengerti. Ayo istirahat dikamar."
KAMU SEDANG MEMBACA
Jack's Obsession
RomanceBagaimana jika waktu liburan yang kamu pikir akan menyenangkan justru membawamu kesebuah sangkar tanpa pintu? Dimana seseorang yang tidak pernah kamu bayangkan kini sangat terobsesi denganmu. "Apa kamu pikir aku akan dengan mudah melepasmu hanya den...
