Part 12 -Punishment 1

58.5K 675 16
                                        

"BUKANKAH SUDAH KUKATAKAN UNTUK MENJAGANYA! KENAPA JUSTRU KELUAR DARI DALAM MOBIL TANPA PERINTAHKU?!" Bentak Jack murka. Kini ia berada Mansion nya dengan Reynand yang bersimpuh bersimbah darah dibawah nya.

"Maaf tuan, saya keluar karena mendengar perintah tuan pada earpeiece."

"Itu bukan aku bodoh!" Jack menendang badan Reynand kuat hingga pria itu tersungkur.

Reynand batuk dengan keras saat dadanya terasa sangat berat akibat tendangan Jack. Tak cukup telah menembak bahunya Jack juga melampiaskan nya dengan memukul Reynand

Saat Jack akan kembali melayangkan tinjunya kearah Reynand, sebuah suara menginterupsi nya.

"Tuan, kami sudah menemukan keberadaan nona." Fabio datang bersama seseorang yang biasa dipanggil Watson.

"Dimana dia?"

"Kami melihat mobil Adrian berhenti disebuah hotel dimanchester." Ucap Watson

"Hotel?" tanya Jack memastikan.

"Benar tuan."

Ting!

Ponsel Jack berbunyi menandakan ada panggilan masuk. Nomor asing tertera disana.

"Halo Jack.."

"Jangan sentuh milikku as****"

"Calm down bro.. aku belum mengatakan apapun kamu sudah begitu emosi pantas saja gadis ini tidak ingin bersamamu."

"Katakan apa maumu."

"Mauku? Tentu saja gadismu. Dia terlihat sangat seksi meskipun menggunakan pakaian kebesaran milikmu. Dan bibirnya sangat manis!"

Jack mengepalkan tangannya, ingin sekali ia menguliti pria disebrang teleponnya ini.

"Aku akan membunuhmu jika sampai kamu menyentuhnya."

"Emm see u Jack, aku akan menitipkan anakku dalam rahimnya."

Tut.

"Halo?! Sial!!"

Jack melempar ponselnya hingga hancur berkeping-keping. Fabio dan tuan Watson hanya diam tak berani mengusik tuannya.

"Kita jemput gadisku sekarang, kepung hotel itu."

____________________________

Disisi lain,

Alana duduk disofa yang ada dikamar hotel itu dengan canggung. Dirinya kini hanya berdua bersama Adrian.

Cklek.

Adrian keluar dari kamar mandi dengan raut wajah bahagia. Entah apa yang membuat pria itu senang dalam keadaan genting seperti ini, pikir Alana.

"Adrian, kapan kita akan ke hotelku? Barang-barangku masih disana."

"Besok kita akan mengambilnya. Jika sekarang mungkin Jack akan mengetahui keberadaan kita." Jawab Adrian kemudian ikut mendudukkan dirinya diatas sofa bersebrangan dengan Alana.

"Apa kita akan menginap disini?"

"Yeah, why not?"

Alana mengangguk ragu mendengar jawaban Adrian. Sebenarnya ia masih belum bisa percaya 100% pada pria itu, Alana memilih mengikuti Adrian karena ia tak punya siapapun yang memiliki rencana yang sama dengannya, yaitu kabur dari Jack.

"Tenang saja, aku akan tidur dikamar sebelah."

"Baiklah Adrian, terimakasih sudah membantuku."

Adrian mengangguk cuek kemudian keluar dari kamar itu menuju kamarnya. Setelah memasuki kamar hotelnya sendiri Adrian duduk diatas sofa dan meminum wine bening yang sebelumnya sudah tersedia diatas meja.

Jack's Obsession Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang