Askar memasuki ruang rawat inap dengan keranjang berisi buah di tangannya. Dia sedang menjenguk anak panti yang masih di rawat di rumah sakit.
Dia tersenyum lembut melihat sosok gadis kecil yang sedang memandangi jendela, "Halo adik manis."
Gadis itu menoleh dan tersenyum cerah melihat kedatangan Askar, "Kakak..."
Gadis itu merentangkan tangannya meminta untuk dipeluk, Askarpun menaruh keranjang buah ke nakas dan memeluk gadis itu.
"Bagaimana hari Kirana kita yang manis ini?" Askar mengelus lembut puncak kepala gadis itu.
Kirana Aquila
Adalah nama dari gadis kecil itu. Sudah 4 hari gadis itu di rawat di rumah sakit, keadaannya perlahan membaik. Hanya saja, Kirana terkadang masih takut jika bertemu orang dewasa yang baru dia lihat.
Tapi meski begitu, sepertinya Kirana merasa nyaman saat bersama Askar. Dia tidak takut ketika Askar ada di dekatnya.
"Membosankan seperti biasa." Kirana tersenyum menjawab pertanyaan Askar.
Askar terkekeh mendengar itu, "Begitukah? Kalau begitu kamu harus cepat sembuh, dengan begitu kamu bisa bermain di luar sana." Askar menarik kedua pipi Kirana dengan gemas.
Kirana terdiam mendengar itu, raut wajahnya terlihat khawatir, dia lalu mendongak menatap Askar dengan berkaca-kaca, "Tapi... Aku takut. Bagaimana jika ada orang jahat lagi..."
Askar tersenyum lembut, dia mengelus pipi Kirana dengan lembut. Ketakutan yang masuk akal, dan sangat wajar.
"Sayang... Rasa takutmu adalah hal yang wajar, sangat wajar. Tapi, kamu juga tidak bisa terus terkurung seperti ini. Ada banyak, banyak hal yang harus kamu lihat di dunia ini. Memang benar, di luaran sana akan selalu ada orang jahat. Tapi kali ini, kamu tidak sendirian, ada orang-orang yang akan menjagamu. Jadi, mari bangkit dan kita lihat dunia ini bersama-sama, ada banyak hal indah yang mungkin belum kamu lihat. Kamu tidak ingin terus berdiam diri, dan menyia-nyiakan hidup seperti ini kan?"
Kirana kembali terdiam, dia merenungkan ucapan Askar. Kirana lalu kembali mendongak, dan menatap Askar dengan tatapan yang lebih 'hidup', "Baiklah, Kirana akan bangkit lagi. Tapi kakak akan selalu mendukung Kirana kan?"
Askar terkekeh, dia kembali memeluk Kirana dengan erat, "Tentu. Tentu saja. Itu adalah hal yang pasti."
😇
"Hah~~~"
Askar mendongak mendengar helaan napas penuh keputusasaan itu. Dia lalu menggelengkan kepalanya dan kembali menunduk melanjutkan acara merajutnya, "Kenapasih, Kai?"
Sedaritadi, Kaisar terus menghela napas lelah. Raut wajahnya juga terlihat sangat tertekan dan penuh keputusasaan. Sedaritadi juga Askar sudah bertanya, tapi jawaban Kaisar selalu...
"Hidup gue bentar lagi berakhir."
Begitulah...
Askar sendiri sedang merajut syal di sofa ruang tamu. Sebentar lagi musim salju akan tiba, dia harus mempersiapkan pakaian hangat sedini mungkin.
Ini adalah pertama kalinya Askar bersiap untuk menyambut musim dingin dan salju. Dikehidupan sebelumnya, dia tinggal di negara yang tidak melalui musim salju. Tapi dikehidupan sekarang, negaranya akan melalui musim itu. Askar juga nanti di suruh ke mansion Nirvallen untuk membantu mempersiapkan musim dingin.
"Emang kenapasih? Coba ngomong dengan jelas." Askar kembali bertanya tanpa mengalihkan perhatiannya dari rajutan.
Kaisar yang rebahan di sofa depan Askar kembali menghela napas berat, "Lo taukan sebentar lagi kita kedatangan penghuni baru? Dan lo tau kan dia itu orang yang satu sekolah sama gue?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Askara : Peace (END)
General Fiction⚠️ Ini cerita BL Askar Riendra. Seorang pemuda workaholic, yang mati karena terlalu lelah bekerja. Bukannya ke alam baka, dia malah terbangun ditubuh Askar lainnya. Askara Allaver. Remaja yang menjalani hidup yang berat. Askara asli mati karena jat...
