"Dasar bocah arogan. Mentang-mentang dari keluarga kaya, jadi sok banget." Sekumpulan remaja SMA berpenampilan acak-acakan terlihat sedang memojokkan remaja SMA lainnya. Kaisar.
Kaisar mengelap sudut bibirnya yang berdarah gara-gara dipukul. Dia lalu menyeringai, "Memangnya kenapa kalau gue sok kaya? Toh kenyataannya memang kaya kan? Justru kalian yang aneh, udah miskin banyak tingkah pula."
Amarah orang-orang yang memojokkan Kaisar seketika langsung memuncak, pemimpin dari orang-orang itu mengepalkan tangannya dan mengangkat tangannya hendak memukul Kaisar.
Tak
"Aduh!"
Tapi, belum sempat tangan orang itu mengenai wajah Kaisar, sebuah batu berukuran kecil lebih dulu melayang mengenai kepalanya.
Orang-orang itu refleks membalikkan badannya melihat siapa pelaku pelemparan. Lan.
Lan menatap datar orang-orang di hadapannya sambil menunjukkan ponsel yang berisi foto perundungan Kaisar, "Semua perlakuan kalian sudah gue foto. Tinggal laporkan pihak sekolah atau kalau perlu polisi, dan hidup kalian akan langsung berakhir."
Lan menatap pada Kaisar yang juga sedang menatapnya dengan tatapan terkejut, "Kaisar mungkin tidak akan melaporkan tindakan kalian, tapi gue yang akan melaporkan. Dengan bukti ini, kalian tidak akan memiliki kesempatan untuk membela diri."
"Sialan..." Pemimpin para perundung itu menggeram marah, dia lalu kembali menatap Kaisar dan menunjuk tepat pada muka Kaisar, "Jangan lo kira sekarang lo aman ya sialan!"
"Kita cabut!" Pemimpin perundung itu berlalu diikuti para anak buahnya.
Kaisar menghela napas lega, dia lalu bersimpuh ke tanah, dan menyandar pada tembok di belakangnya.
Lan mendekat ke arah Kaisar, dia berjongkok di depan Kaisar, "Kenapa tidak melawan?"
Kaisar menatap Lan dalam, dia lalu menggelengkan kepalanya, "Gatau. Gamau aja."
Lan menghela napas berat, dia lalu mengulurkan tangannya, "Bangun. Kita ke uks."
Kaisar tersenyum dan menerima uluran tangan Lan. Lan lalu membantu Kaisar berdiri, dan memapahnya menuju UKS.
"Lain kali lawan aja. Pukul. Biasanya jugakan lo bar bar."
Kaisar mendengus mendengar itu, "Lo sekarang jadi sesat dan bawel ya... Ajaran siapasih?"
"Avalle sama Askar."
"Pantes..."
🐇
"Kok bisasih Kai kamu dipukulin gini? Bukannya biasanya kamu ya yang mukulin orang." Askar menatap Kaisar dengan tatapan khawatir.
Semua member kost sudah pulang ke kost mereka.
"Lo ngomong gitu seakan bilang kalau gue itu kriminal." Kaisar bersandar pada sofa, dia memegang wajahnya yang terasa perih.
"Kan memang..." Avalle berujar dengan enteng, membuat Kaisar seketika ingin melemparkan teflon ke kepalanya.
"Lagian gimana ceritanya lo sampai dibully?" Sammael bertanya sambil memakan alpukat di tangannya.
Kaisar menghela napas berat, dia lalu menatap langit-langit rumah, "Mereka ajak gue gabung geng, tapi gue gamau. Gue rasa gue udah nolak dengan cara baik-baik, tapi mereka malah marah."
Arsenna mengernyit mendengar itu, "Emang kamu nolaknya gimana? Maksudnya kata-katanya gitu." Arsenna agak curiga, soalnya 'baik-baik' menurut Kaisar dan menurut mereka itu biasanya sangat berbeda.
KAMU SEDANG MEMBACA
Askara : Peace (END)
Fiksi Remaja⚠️ Ini cerita BL Askar Riendra. Seorang pemuda workaholic, yang mati karena terlalu lelah bekerja. Bukannya ke alam baka, dia malah terbangun ditubuh Askar lainnya. Askara Allaver. Remaja yang menjalani hidup yang berat. Askara asli mati karena jat...
