"Yang, tunggu yang! Sayangggg!" Arsenna mengejar Askar yang sudah memasuki villa duluan.
Saat jarak mereka sudah dekat, Arsenna menarik tangan Askar dan langsung memeluknya dengan erat, "Sayangkuuu, jangan marah sayangg. Akukan gak salah apa-apa."
Mata Askar berkaca-kaca, dia lalu memukul pelan punggung Arsenna, "Ya kamu digodain orang-orang malah diem aja!"
Arsenna terkekeh mendengar itu, "Ya terus aku harus gimana? Masa aku harus marah-marah ke stranger cuma karena mereka bilang aku ganteng? Kalau kayak gitu, bisa-bisa aku disangka orang gila. Merekakan cuma bilang aku ganteng, mereka gaada godain aku secara langsung kan?"
Askar balas memeluk Arsenna, dan membenamkan wajahnya ke bahu Arsenna. Dipikir-pikir iya juga, masa Arsenna harus marah-marah begitu?
"Maaf..." Askar bercicit.
"Iya gapapa. Aku malah seneng kamu cemburu begitu, karena itu berarti kamu cinta sama aku, hehe."
Askar mendengus kesal, dia lalu mencubit keras perut Arsenna, "Gak jelas." Askar berlalu begitu saja meninggalkan Arsenna yang mengaduh kesakitan.
"Yangg aduhhh." Arsenna memegang perutnya yang sakit, tapi dia lalu terkekeh merasa gemas dengan tingkah gak jelas Askar.
"Tuan."
Arsenna menoleh mendengar suara di belakangnya. Pengawalnya.
"Ini barang yang anda minta untuk dibeli." Pengawal Arsenna menyerahkan sebuah botol,
Arsenna mengambil botol itu, pengawal itupun kembali pergi ke luar villa begitu tugasnya selesai. Arsenna memperhatikan botol itu, dia lalu menyeringai. Setelahnya Arsenna memasukkan botol itu ke saku celananya.
Dia lalu masuk ke kamar, menyusul Askar.
😇
Askar tersenyum melihat pemandangan pantai dan sunset di hadapannya. Askar dan Arsenna kini sedang berjalan-jalan santai di pinggir pantai, sambil berpegangan tangan.
Arsenna mengenakan kaos dengan celana selutut. Askar juga mengenakan kaos dengan celana selutut, dan tambahannya dia mengenakan topi jerami dengan bunga-bunga di pinggirnya.
Arsenna tersenyum melihat senyum teduh Askar, dia lalu mengambil ponselnya, "Yang foto yuk." Askar menoleh dan menganggukkan kepalanya.
Arsenna memberi kode pada pengawal yang tidak jauh dari mereka. Pengawal itu menghampiri Arsenna dan Askar.
"Fotokan kami." Arsenna memberi perintah, pengawal itupun menganggukkan kepalanya mengerti.
Mereka lalu mengambil foto dengan membelakangi pantai, dan menunjukkan sunset di belakang mereka.
Arsenna merangkul pinggang Askar dan merapatkan tubuh mereka, lalu Askar juga memeluk pinggang Arsenna. Askar tersenyum dengan lebar sampai matanya menyipit.
Ckrek
Pengawal itu memberikan kembali ponsel Arsenna. Arsenna tersenyum puas melihat hasil foto itu, "Sudah, kau boleh kembali ke tempatmu." Pengawal itupun berlalu dari sana.
"Lihat yang. Kamu cantik banget." Arsenna tersenyum kagum melihat senyum lebar Askar.
Askar memperhatikan senyum Arsenna, dia lalu tersenyum lembut. Askar langsung memeluk Arsenna dengan erat, dan menduselkan kepalanya ke dada Arsenna.
"Heee kenapanih?" Arsenna balas memeluk Askar. Dia cukup heran melihat Askar yang bermanja-manja begini, setelah tadi siang marah-marah.
"Terimakasih... Terimakasih karena sudah mau mencintaiku." Askar berkata dengan nada lirih.
KAMU SEDANG MEMBACA
Askara : Peace (END)
Novela Juvenil⚠️ Ini cerita BL Askar Riendra. Seorang pemuda workaholic, yang mati karena terlalu lelah bekerja. Bukannya ke alam baka, dia malah terbangun ditubuh Askar lainnya. Askara Allaver. Remaja yang menjalani hidup yang berat. Askara asli mati karena jat...
