"Jadi, nama bayi sekarang adalah... Nevan Arkiello, dipanggilnya Baby Kiellll." Savian membaca sebuah kertas berisi identitas Kiel.
Savian baru saja mengurus dokumen-dokumen untuk Kiel, sekaligus melengkapi namanya. Savian lalu mengecupi pipi Kiel dengan brutal.
"Kyahahaha." Kiel berusaha menjauhkan wajah abangnya itu, dia benar-benar kegelian sekarang.
Savian dan Kiel sedang bersantai di rumah baru mereka. Savian duduk di sofa ruang tamu, dan Kiel yang duduk dipangkuannya.
"Baby abang sekarang punya nama yang lengkap dan bagussss. Bagaimana kalau kita rayakan? Baby mau apa? Susu? Mainan? Ngomong aja, sekarang abang udah punya banyak uang, jadi bisa beli apa aja." Savian tersenyum pongah.
Sekarang dia memang sudah memiliki banyak uang. Pertama adalah uang pemberian Askar, dan kedua adalah uang warisan dari Dominic.
Savian menabungkan sebagian uangnya untuk kebutuhan pendidikan Kiel nanti di masa depan.
"Wang?" Kiel melepas pengnya dan menempelkan peng itu ke bibir Savian.
Savian terkekeh dan menyingkirkan peng itu, "Abang gak perlu peng, bayiii."
"Hmm... Bagaimana kalau kita jalan-jalan saja ke mall? Di sana juga ada tempat bermain anak-anak, mungkin bayi akan bertemu teman-teman baru di sana." Savi memeluk erat Kiel.
"In?." Kiel memiringkan kepalanya menatap Savian dengan tatapan polos.
Savian terkekeh melihat itu, "Main. Coba ikuti abang. Ma."
"Ma."
"In."
"In."
"Main!"
"In!"
Savian kembali tertawa mendengar itu, "Udah ah, kita mending bersiap buat jalan-jalan. Besok abang harus sekolah, jadi gaakan punya waktu."
🍼
Kiel menatap berkaca-kaca orang-orang yang berlalu lalang, dia lalu mencengkram baju Savian dengan erat.
Savian terkekeh melihat ekspresi kebingungan Kiel, "Baby jangan takut sayang, kan ada abang." Savian mengecup bibi gembul Kiel.
Savian mengerti rasa kebingungan Kiel. Ini adalah pertama kalinya Kiel pergi ke mall, wajar jika Kiel merasa ketakutan melihat pengunjung mall yang begitu banyak.
"Bagaimana kalau kita beli mainan dulu?"
Kiel menganggukkan kepalanya dan memasukkan peng ke mulutnya. Savian kembali dibuat terkekeh dengan tingkah imut adiknya, dia lalu mengecup pipi Kiel, "Baiklah, yuk kita beli mainan yang banyakkk."
~~~
"Bayi mau ini?" Savian menunjukkan sebuah mainan robot.
Kiel menganggukkan kepalanya dengan semangat, Savian lalu memasukkan robot itu ke trolinya. Kiel sendiri duduk di troli (di bagian yang kecilnya ituloh).
Savian kembali mendorong troli dan terus memasukkan beberapa mainan.
"Hmmm mending ini atau ini?" Savian memperhatikan mainan lego di depannya.
Disaat Savian sedang fokus-fokusnya memilah mainan, seseorang mendekat ke arahnya.
"Abwaa!" Kiel berteriak kegirangan melihat orang itu.
"Sabar dulu ya bayi, abang lagi bingung nih." Savian menenangkan Kiel tanpa mengalihkan perhatian darinya.
Orang itu kini sudah ada di dekat Kiel, diapun mengangkat Kiel dari troli dan memangkunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Askara : Peace (END)
Genç Kurgu⚠️ Ini cerita BL Askar Riendra. Seorang pemuda workaholic, yang mati karena terlalu lelah bekerja. Bukannya ke alam baka, dia malah terbangun ditubuh Askar lainnya. Askara Allaver. Remaja yang menjalani hidup yang berat. Askara asli mati karena jat...
