Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

BonChap 2. (Arvie) + Book Anka

42.7K 2.4K 99
                                        

Notif masuk gak? Kayaknya wp error lagi 😔

🐇

Ivander mengedarkan pandangannya kesekitarnya. Setelah memastikan tidak ada orang yang melihatnya, Ivander kembali menatap pohon besar di depannya.

Ivander saat ini berencana untuk bolos sekolah. Dia akan memanjat pohon sekolah, dan loncat melewati tembok sekolah.

Ivander lalu naik ke atas pohon. Setelah itu, dia perlahan merangkak di atas dahan pohon yang melewati tembok.

"Eh kak Ivander lagi ngapain?"

Ivander seketika menghentikan pergerakannya setelah mendengar suara itu.

Ivander lalu menunduk melihat ke bawahnya, dan terlihatlah sesosok makhluk menyebalkan yang sedang memeluk pohon sambil tersenyum ke arahnya. Arvie.

Ivander berdecih begitu melihat Arvie, "Bukan urusan lo."

Arvie menatap Ivander dengan tatapan (sok) polosnya, "Heee kenapa? Kakak ngapain di atas pohon? Mau maling mangga ya? Tapi ini bukan pohon mangga sih."

Mendengar itu, dalam hati Ivander refleks mengatakan, 'Goblok'.

Arvie lalu tersenyum sambil menyipitkan matanya, "Atau jangan-jangan... Kakak mau bolos ya?"

"Udah gue bilang bukan urusan lo. Sana lo pergi, jangan ganggu-ganggu. Hush hush, setan sana pergi, hush hush." Ivander mengibas-ngibaskan tangannya mengusir Arvie.

Bukannya pergi, Arvie malah tersenyum mencurigakan, "Vie mau ikut bolos dong."

Ivander hendak menjawab, tapi Arvie mendahuluinya.

"Kalau gak boleh, Vie teriaknih sekarang. Nanti kalau Vie teriak, pasti bakal ada guru yang denger. Terus nanti kak Ivan bakal ditangkap, terus dimasukin penjara."

Perempatan imaginer seolah muncul di kepala Ivander. Ivander lalu tersenyum paksa, "Vie... Sejak kapan orang bolos sekolah sampai dimasukin ke penjara?"

Arvie balas tersenyum, "Barusan... Sejak Vie ngomong."

Sumpah, andai Ivander tidak ingat kalau Arvie adalah adiknya Askar, sudah dia habisi Arvie sejak lama.

Ivander sudah tidak menyukai Arvie sejak Arvie pindah ke sekolahnya. Entah mengapa, Ivander merasa Arvie seperti sengaja mencari-cari masalah dengannya.

Arvie pernah menumpahkan jus ke baju Ivander saat mereka makan di kantin, Arvie mengatakan dia tidak sengaja, tapi dari tatapannya Ivander tau Arvie sebenarnya sengaja.

Arvie juga pernah menanyai Ivander soal tugas-tugas sekolah, padahal mereka beda jurusan. Arvie itu anak IPA.

Arvie pernah membocorkan soal Ivander yang membawa rokok ke sekolah kepada Avalle, yang akhirnya membuat kelas Ivander di razia mendadak. Saat itu entah bagaimana juga Arvie bisa tau kalau Ivander membawa rokok.

Pernah juga saat kelas mereka melakukan jam pelajaran olahraga bersama, saat itu kelas Arvie dan Ivander sama-sama sedang melakukan test bola voli, hingga akhirnya kedua kelas disuruh untuk bertanding. Pada saat itu, baik Ivander atau Arvie sama-sama menjadi anggota inti di kelas masing-masing. Dan entah mengapa, selama permainan, Ivander merasa Arvie terus menargetkan dirinya.

"Kak Ivan... Ikut ya boleh ya? Daripada Vie teriaknih." Arvie menunjukkan tatapan anak guguknya, sambil tetap memeluk pohon.

Ivander menghela napas berat, "Terserah." Ivander melanjutkan lagi acaranya, merangkak di atas dahan pohon.

Arvie tersenyum mendengar itu, dia dengan cepat naik ke atas pohon. Sementara itu Ivander sudah sampai dititik yang tepat di luar tembok sekolah, diapun langsung loncat dari dahan pohon dan berhasil mendarat dengan mulus. Arviepun mengikuti cara Ivander, dan dia juga berhasil keluar sekolah dengan aman.

Askara : Peace (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang