Masup?
😇
"Jadi, kita akan sewa kostan ini untuk beberapa tahun?" Sam bertanya pada teman-temannya.
Mereka sedang mengadakan rapat dadakan di ruang tamu. Karena libur panjang sudah akan datang, mereka berniat untuk pulang ke rumah masing-masing, termasuk Arsenna dan Askar.
"Kenapa harus sewa? Kenapa tidak dibeli saja?" Kaisar ikut bertanya.
Mereka sedang mendiskusikan akan rencana untuk menyewa kostan itu sampai beberapa tahun kedepan. Mereka berniat menjadikan kostan sebagai tempat untuk berkumpul jika mereka sudah lulus sekolah nanti.
Askar tersenyum menanggapi pertanyaan Kaisar, "Karena kalau beli malah kasihan ibu kost. Ibu kost sudah tua, suatu hari beliau tidak akan bisa lagi mencari uang, beliau juga tidak memiliki keturunan. Disaat beliau tidak lagi bekerja, mungkin kost ini akan jadi satu-satunya sumber penghasilan beliau, simplenya pasif income. Nah, kalau kita malah beli kostnya, darimana ibu kost dapat penghasilan nanti? Mungkin di awal uangnya terlihat banyak, tapi secara perlahan pasti akan habis. Belum lagi harga kost semakin lama pasti akan semakin naik, nah itu akan sangat menguntungkan juga untuk beliau daripada kita membeli langsung kostnya."
Kaisar memegang dagunya, "Benar juga..."
"Baiklah, jadi sudah diputuskan kita akan menyewa kost ini sampai beberapa tahun ke depan. Setuju?" Arsenna bertanya pada teman-temannya.
Anggota kost yang lain lalu menganggukkan kepalanya setuju.
~~~
Askar meniup-niup bubur kacang di tangannya. Dia dan Arsenna berhenti sejenak di alun-alun kota, dan membeli bubur kacang.
Bubur kacang yang panas dipadukan dengan udara yang dingin, ugh nikmat. Askar dan Arsenna duduk di kursi panjang di pinggir alun-alun.
"Aku beli minum dulu ya yang." Arsenna menaruh bubur kacangnya dipinggir Askar, dan berlalu untuk membeli minum.
Askar kembali fokus memakan bubur kacang hijaunya, sampai tiba-tiba seseorang duduk di pinggir Askar, seorang kakek-kakek.
Askar tersenyum ramah pada kakek-kakek itu, "Halo."
Kakek-kakek itu diam saja, dia lalu tersenyum sedih ke arah Askar. Askar terkejut melihat tatapan sendu kakek itu, "Kakek gapapa?"
Kakek-kakek itu lalu terkekeh, "Kau mengingatkanku dengan cucuku."
Askar menunjuk dirinya sendiri, "Cucu kakek? Saya mirip dengannya?"
Kakek-kakek itu menganggukkan kepalanya, "Ya cucuku, cucu kesayanganku. Tapi sayangnya sekarang dia sedang tertidur panjang."
Askar terkejut mendengar itu. Kakek itu lalu menatap langit, "Dia anak yang benar-benar manis dan baik, dia lemah lembut dan penuh kasih sayang. Tapi, takdir sepertinya sangat suka membuatnya menderita."
Askar lalu tersenyum teduh, "Dia pasti sangat bahagia memiliki kakek seperti anda."
Kakek itu terkejut mendengar ucapan Askar, dia lalu terkekeh pelan, "Begitukah? Andai saja kami memang dekat sejak awal."
Askar mengernyit mendengar ucapan kakek itu. Kakek itu menghela napas berat, "Dulu kami tidak begitu dekat dengannya, karena dia sendiri selalu bersikap dingin dan menjauh dari kami. Tapi suatu hari, dia tiba-tiba berubah menjadi orang yang ceria dan penuh perhatian. Barulah setelah itu kami menjadi dekat dengannya, tapi sekarang dia..." Kakek itu menundukkan kepalanya, dia terlihat sangat sedih.
"... Dia koma, setelah seseorang mendorongnya dari tangga sekolah."
Askar tersentak mendengar itu, kenapa rasanya dejavu ya...
KAMU SEDANG MEMBACA
Askara : Peace (END)
Genç Kurgu⚠️ Ini cerita BL Askar Riendra. Seorang pemuda workaholic, yang mati karena terlalu lelah bekerja. Bukannya ke alam baka, dia malah terbangun ditubuh Askar lainnya. Askara Allaver. Remaja yang menjalani hidup yang berat. Askara asli mati karena jat...
