part 41

156 22 1
                                    

Sementara di depan penginapan, seorang gadis mengetuk-ngetuk pintu tapi tak ada yang membukakan, dia melihat sekelilingnya dan hasilnya nihil. Dia pun meninggalkan kopernya dan berlalu pergi mencari para penghuni.

"Aishhh, kemana sih orang-orang ini.." umpatnya kesal.

"Awas aja lo Sel, kalo sampai bohongin gue.." gerutunya.

Sepanjang jalan gadis itu hanya mengoceh tak jelas hingga akhirnya dia menemukan keberadaan mereka yang tengah membagi-bagikan sesuatu. Gadis itu berlari kecil menghampiri mereka, membuat yang lain kaget melihat kedatangannya terutama Afisan dan Meli yang langsung mengumpat di belakang Aulia. Ya siapa lagi yang bisa membuat mereka seperti itu kalau bukan Nia.

"Hey semua.." sapanya sambil melambaikan tangan, the boys membalas lambaiannya, sementara the girls hanya menatapnya dengan perasaan kesal.

Sementara Nia, sejak tadi matanya tak lepas dari memandang Reza.

"Hey kakak Reza.." sapanya pada Reza yang bingung, tapi dia tetap membalas sapaan dengan lambaian tangan.

"Apa kita pernah kenal?.." tanya Reza.

Nia sedikit kecewa sambil mengerucutkan bibirnya, membuat the girls ingin sekali memukulnya.

"Masa kakak gak inget sama aku.."

"Ya kalo gak inget gak usah di paksa.." gumam Lesti yang didengar the girls.

"Aku ini Nia, adik kelas kakak, yang sering kakak tolongin loh waktu kita SMA.." tuturnya.

"Benarkah? Maaf ya kakak gak inget, soalnya beberapa tahun lalu kakak mengalami kecelakaan dan terkena amnesia dan melupakan sebagian ingatan kakak.." balesnya memperjelas.

"Astaga, tapi sekarang kakak gpp, kan?.." tanyanya khawatir.

"Gpp kok.."

Nia bernafas lega dan saat ingin melihat yang lain matanya tak sengaja mendapati Fildan.

"Loh kak Fildan juga disini?.."

"Iya.." balesnya tersenyum.

"Aishhh.." Lesti benar-benar ingin memukul kepala dari kedua orang itu.

"Bisa-bisanya dia tersenyum sama cewe lain!.." gumamnya berdecak sebal.

"Sabar kak/dek.."

"Eh Rara Putri.." sapa Nia ramah.

"Ck.." bales keduanya.

Nia hanya tersenyum miring karena mendengar balasan mereka, dan kemudian matanya tertuju pada dua orang yang tak asing lagi di matanya.

"Kalian?.." Nia sedikit meninggikan suaranya dan kemudian menutup mulutnya kembali sambil menoleh kearah Reza yang sudah kembali sibuk dengan yang lain.

"Apa yang kalian lakukan di sini.."

"Emangnya kenapa? Gak boleh kalo mereka di sini?.." ketus Lesti.

"Huftt.." Nia membuang nafas kesal.

"Kalian ikut gue.." titahnya dan berlalu pergi tapi Meli dan Afisan hanya diam, tidak tidak tapi keempat gadis itu mencegat mereka.

Nia menoleh karena merasa tak ada yang mengikutinya, dia pun di buat kesal dengan tingkah mereka.

"Enak banget lu nyuruh-nyuruh adik gue ngikutin lo! Kalo mau ngomong, ya ngomong aja di sini, gak usah nyuruh adik gue ngikutin lo.." timpal Aulia disetujui Lesti.

"Kalian bahkan gak tau apa-apa, apa kalian tau siapa mereka?.." remehnya.

"Tau! Mereka adik-adik gue, kenapa? Eh inget ya lo, perjanjian lo tinggal bareng kita hanya sebatas agar lo bisa deket sama Reza, bukan ganggu adik-adik gue.." sahut Lesti.

One Step To Big Family (TAMAT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang