part 64

96 16 0
                                    

Franslian group memasuki ruang Rapat Umum Pemegang Saham, berbeda dengan ruang rapat yang biasa ia datang di kantornya, kali ini, ruang rapat tidak tidak ini lebih seperti gedung, dan tak hanya di hadir oleh 1 2 3 perusahaan tapi semua perusahaan yang terpaut dengan Group Company milik sang legend, yaitu kakeknya, Ardhi Utomo Franslian.

"Selamat Malam.." sapa tuan Ardhi.

Mereka semua berdiri menyapa sekaligus menyambut kedatangan para pemegang aset Franslian. Tak terkecuali, para cucu-cucunya.

"Selamat malam! Selamat malam!.." sapa Selfi, Aulia, Lesti, Rara dan Putri sambil mengeluarkan senyum simpul mereka.

"Kalian berlima, ikut dengan kakek.." seru tuan Ardhi, kelimanya hanya mengangguk patuh dan mengikuti sang kakek, mereka duduk di kursi paling depan dekat podium, kursi yang memang sudah di putuskan/sediakan untuk mereka.

.....

"Apa yang bisa cucu anda lakukan saat dia sudah menempati posisinya?.." tanya salah seorang petinggi pada tuan Ardhi.

Tuan Ardhi menoleh dan melihat cucu nya, kemudian dia berkata.

"Cucuku adalah seorang yang berbakat, paling tidak,. Dia dapat di andalkan dan aku pastikan, dia akan menjadi pemimpin yang bisa memimpin group company ini mencapai kesuksesan dan kejayaan melebihi kualitas yang pernah saya dedikasikan untuk this company.." ucap tuan Ardhi menatap mereka.

"Apa yang bisa anda taruhkan, jika cucu pilihan anda memang benar-benar bisa di andalkan? Atau mungkin, jika suatu saat nanti dia banyak mendapat skandal, apa anda bisa kembali meyakinkan kami bahwa itu bukan dia? Kami tidak membutuhkan seseorang yang hanya bisa menjelekkan nama perusahaan yang sudah lama berdiri ini.."

"Saya bisa memahami kekhawatiran kalian, terimakasih karena memikirkan masa depan perusahaan ini,. Kembali lagi, saya akan bertaruh 75% harta pribadi saya, dari apa yang saya percayakan pada cucu saya, jika nanti kekhawatiran itu muncul, saya akan menyumbangkan 75% itu untuk menyokong para donatur yang kekurangan dana untuk membuat pembangunan seperti sekolah, RS, panti asuhan dan lain-lainnya, tanpa di atas nama kan nama saya!.."

"Tapi kembali lagi! Saya lebih mempercayakan dia, karena saya yakini. Dia tidak akan mudah tersangkut oleh rumor-rumor belaka.." ucapnya.

Selfi yang mendengar pidato sang kakek hampir saja tertawa. Sementara para adik, menoleh sambil menaikkan sebelah alis mereka, bingung. Ya bingunglah, untuk pertama kalinya, sang kakak seperti itu, maksudnya. Tumben sekali dia sangat receh, bahkan menurut mereka itu sama sekali tidak lucu dan sang kakek sedang tidak melucu.

"Sorry.." bales Selfi kembali diam.

.....

"Halo semua. G'night.." sapa Selfi seraya melambaikan tangannya.

"It's me, Selfi Ashabibah Thebe Franslian, my nickname Selfi. Saya adalah cucu dari kakek Ardhi dan ayah saya bernama Ramzi. Banyak yang sudah mengetahui tentang saya pastinya, setelah saya lama menjabat sebagai CEO di Thebe company. Tapi mungkin ada sebagian yang belum mengetahuinya, ya karena ini tentang data pribadi saya dan kenapa saya memberitahukan ini, karena kakek saya yang menyuruh saya untuk memberitahukannya.."

"HaH?.." kaget semua orang, karena mendengar ucapan Selfi.

"Just kidding.." tambahnya.

"Saya hanya merasa, ruangan ini sangat hampa, banyak orang tapi saya tak merasa ada orang di sini. Relax.." tuturnya.

.....

"Tumben banget, kak Ceppy banyak bergurau, banyak berbicara yang gak penting?.." bisik Rara pada mereka.

One Step To Big Family (TAMAT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang