Hari ini keduanya akan pergi ke Bandung, selain besok adalah opening mall yang sudah Rony tunggu-tunggu dari setahun lalu, Rony juga ingin Salsa mengunjungi rumah mereka yang ada di Bandung.
Perjalanan cukup melelahkan sampai akhirnya tepat pukul 10 pagi mereka telah tiba di Bandung. Tujuan pertaman adalah singgah di rumah yang dominan dengan warna putih itu.
Rumah yang tidak pernah ada di pikiran Salsa ternyata lokasinya tidak seburuk itu. Rumah dengan halaman depan yang luas, seperti rumah lawas namun bangunan sudah renovasi total.
Saat masuk sudah banyak barang yang mengisi di dalamnya seakan jika mereka ingin pindah hari ini pun tidak akan kerepotan.
"Gede banget rumahnya" ucap Salsa
"Banguannnya sih nggak besar tapi halamannya aja yang luas terkesan jadi besar" ucap Rony yang kini cek halaman belakang rumah mereka.
"Bener sih, pasti kalo pagi seger banget nih banyak pohon" Salsa yang kini sudah menyusul suaminya untuk duduk di halaman belakang
"Ca aku mau tanya nih" ucap Rony
"Apa" Salsa menggeser tempat duduknya dan mengusap lembut rambut suaminya seraya membetulkan karena sedikit berantakan
"Kemarin aku beli unit apartemen di Singapura, bukan kemarin banget sih kaya udah 2 bulan yang lalu" lanjut Rony
"Lalu?" Salsa menopang dagunya mendengarkan kelanjutan cerita dari suaminya
"Suatu saat kalo adik sudah besar kira-kira kita kita bakalan pindah kemana ya? tetap di Jakarta, pindah ke rumah ini, atau malah ke Singapura kita?" ucap Rony menatap istrinya
"Singapura mungkin bukan tujuan utama tapi tidak menutup kemungkinan kalau kita punya rejeki lebih buat sekolahin adik kesana kan" jawab Salsa
"Memangnya tujuan awal kamu beli unit disana buat apa?" lanjut Salsa dengan wajah penasarannya
"Investasi aja sih nggak mikir apapun lagi. Toh semua juga diurusin Paul buat kelengkapan dokumen sampai deal bahkan Paul duluan yang tau unitnya daripada aku" Rony terkekeh sedikit bingung dengan pemikirannya
"Emang real bestie banget ya Paul sampe mau jauh-jauh kesana buat bantuin bosnya"
"Paul kalo gada duit nggak akan mau berangkat tuh bule" ucap Rony
"Oyaa" Salsa tertawa mendengar penuturan suaminya.
——
3 hari kemarin memang hari yang sangat sibuk untuk Rony. Ia ke kantor dari pagi hingga larut malam untuk mempersiapkan pembukaan mall yang telah ia garap dengan matang. Kali ini ia serahkan semua kepada WO untuk mengatur jalanannya peresmian itu karena ia tidak bisa jika harus mengatur semua sampai hari H.
Pagi ini Salsa sudah cantik dengan gaun berwarna soft pink membuat dirinya tampil menarik.
Merias diri dengan layak dan memantaskan untuk bersanding dengan suaminya.
"Mah sehat" ucap Salsa yang kini bertemu dengan Sheila dengan mencium tangan serta pipi mertuanya
"Sehat Ca, kata Rony disini udah ada baby nya" Sheila mengusap lembut perut menantunya
"Iya mah kejutan buat kita berdua karena sama-sama nggak tau nih" Salsa tersenyum sedikit kaku berinteraksi dengan mertuanya
"Mama doakan sehat terus sampai persalinan ya" Salsa mengangguk tersenyum
"Suka nggak sama rumahnya?" Roy yang datang dari luar ikut duduk di sofa ruang tengah
"Suka pah bagus, nyaman, sejuk" Salsa menyalami tangan papa mertuanya
