59

3.8K 250 12
                                        

Seperti yang Salsa ucapkan. Mencari mbak yang terbaik buat menjaga Ara agar bisa membantunya meringankan aktifitas yang ia lakukan adalah pilihan yang sangat tepat. Tepat tiga bulan yang lalu ia harus benar-benar mencari pengasuh untuk Ara karena dirinya tengah hamil anak keduanya. Buah cinta dari Rony.
Seperti yang sudah ditebak, Salsa sangat uring-uringan saat tau tes kehamilannya positif.

Percintaan panasnya untuk memenuhi ego sang suami saat hari ulang tahunnya berujung pada kehamilannya saat ini. Karena setelah hari itu dirinya tidak kunjung mendapat tamu bulanan.
Salsa pasrah karena saat dirinya menolak untuk memiliki momongan tapi jika Rony menyambut dengan mata berbinar ia tidak sanggup menolak.
Toh ini anaknya, bahkan yang dikatakan Rony ada benarnya kalau suaminya akan mampu menghidupi keduanya. Bahkan ketiganya. Iya Salsa mengandung dua janin sekaligus dalam kandungannya.

"Mi aku hari ini ada meeting di Graceland mau ikut nggak?" Rony yang tengah mengancingkan kemejanya berhenti karena melihat Salsa yang masih merebahkan dirinya di kasur

"Mau. Mau makan nasi goreng rawon" ucap Salsa

"Siap-siap dulu sayang. Aku tunggu di meja makan" Rony mencium singkat pucuk kepala istrinya sedangkan Salsa hanya mengangguk tidak bergerak.

Kehamilannya kali ini cukup muda, tidak banyak mual hanya nyeri di punggung sesekali.

"Kok belum siap-siap" ucap Rony yang urung menyuapkan makanan ke mulutnya karena melihat istrinya masih dengan wajah bangun tidurnya.

Semenjak Salsa hamil ia memboyong asisten rumah tangga mamanya. Pengasuh yang merawat Rony sejak kecil. Sedangkan untuk pengasuh Ara ia mencari dari yayasan terpercaya yang kini usianya hampir memasuki empat puluh tahunan.

Sekarang rumah besar yang mereka tempati tidak terasa sepi. Ada dua asisten rumah tangga, satu pengasuh Ara, tiga laki-laki yang masing-masing punya tugas sendiri seperti driver, keamanan, serta yang biasa mengurus kebersihan halaman.

Senang rasanya karena banyak yang bisa menemani Salsa saat suaminya harus keluar kota.

"Kayanya aku nyusul aja pi. Lagi males mandi. Nanti ketemu disana ya" ucap Salsa yang kini duduk di kursi samping Rony.

"Mau dikupasin apel nggak?" tanya Salsa. Meski dirinya sudah tidak pernah membuat masakan untuk Rony tapi Salsa sebisa mungkin menemani Rony saat akan berangkat ke kantor.

"Nggak sayang. Perutnya lagi nggak enak" jawab Rony.

Semenjak Salsa hamil memang ia tidak pernah merasa mual atau ngidam malah justru sebaliknya. Rony lah yang merasa semua yang di alami ibu hamil. Mual, ngidam, pusing, punggung nyeri. Meski tidak setiap hari tapi cukup mengganggu aktifitasnya saat di kantor.

"Minum dulu tehnya. Aku bawain bekal jahe gepuk ya nanti diseduh di kantor tinggal tuang air panas" Rony hanya mengangguk.

Tidak ada yang pernah menyangka jika salsa mengandung anak kembar. Bagaimana tidak, dari kedua keluarga Rony atau Salsa tidak ada yang memiliki anak kembar. Selain bersyukur Salsa merasa was-was, jika satu saja seaktif Ara anaknya pertama apalagi dua sekaligus.
Hembusan nafas kasar yang Salsa keluarkan membuat Rony menatap ke arahnya.

"Jangan banyak pikiran" Rony seperti sudah tau arah pikiran Salsa. Wanitanya selalu memikirkan hal yang jauh ke depan bahkan belum sempat mereka akan lalui.

Dia KembaliTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang