70

210 51 0
                                        









































Beberapa bulan berlalu dengan tenang.

Perut Jennie kini semakin besar, langkahnya semakin pelan, dan setiap aktivitas selalu dilakukan dengan hati-hati. Rumah mereka kembali dipenuhi rutinitas yang hangat, namun ada satu perasaan baru yang perlahan muncul menunggu.

Menunggu waktu itu tiba.

Suatu sore, saat matahari mulai turun dan cahaya jingga masuk melalui jendela, Jennie sedang duduk di ruang keluarga bersama putri mereka. Jisoo masih di dapur, menyiapkan minuman.

 Jisoo masih di dapur, menyiapkan minuman

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tiba-tiba

"Hh..." Jennie mengerutkan kening.

Tangannya refleks memegang perutnya.

Putrinya langsung menoleh.

"Mommy kenapa?"

Jennie mencoba tersenyum, tapi napasnya sedikit tertahan.

"Nggak apa-apa... cuma kayak kenceng sedikit."

Namun kali ini berbeda.

Bukan sekadar rasa tidak nyaman biasa.

Ada tekanan yang datang, lalu perlahan mereda.

Di dapur, Jisoo yang mendengar suara kecil itu langsung keluar.

"Sayang?" panggilnya cepat.

Jennie mengangkat wajahnya. "Kayaknya... aku ngerasa kontraksi deh..."

Jisoo langsung mendekat, wajahnya berubah serius.

"Seberapa sakit?"

Jennie menarik napas pelan. "Belum terlalu... tapi lebih kerasa dari sebelumnya."

Jisoo berlutut di depannya, tangannya langsung menggenggam tangan Jennie.

"Tarik napas pelan... aku di sini," ucapnya tenang, meski matanya menunjukkan kekhawatiran.

Putri mereka ikut mendekat, wajahnya bingung. "Mommy sakit?"

Jennie mengelus kepala anaknya dengan lembut. "Dikit, sayang... tapi Mommy kuat."

Beberapa menit berlalu.

Rasa itu datang lagi.

Kali ini sedikit lebih jelas.

Jennie menutup mata sejenak, menggenggam tangan Jisoo lebih erat.

Jisoo langsung sigap. "Kita harus siap-siap ke rumah sakit."

Jennie menggeleng pelan. "Tunggu... kita lihat dulu jaraknya."

Jisoo mengangguk, mencoba tetap tenang. Ia membantu Jennie bersandar dengan nyaman, lalu sesekali mengusap punggungnya.

Waktu terasa berjalan lebih lambat.

AKU bukan DIA [Jensoo] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang