Sore itu, setelah satu malam yang tenang dan hangat di hotel, Jisoo dan Jennie akhirnya kembali pulang.
Perjalanan terasa santai. Jennie duduk dengan nyaman, sesekali mengelus perutnya, sementara Jisoo menyetir dengan hati-hati, sesekali melirik ke arah istrinya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Capek?" tanya Jisoo.
Jennie menggeleng sambil tersenyum mengalihkan pandangannya ke sisi kaca mobil samping nya pipi nya merah merona salah tingkah dan juga malu ketika di tanya itu mengingat kan diri pada pagi tadi.
"Enggak..."
Jisoo ikut tersenyum lega ia hanya ingin memastikan keadaan istri nya saja tidak ada niatan lain nya.
Beberapa menit kemudian mereka sampai pintu rumah pun terbuka, dan putri kecil mereka sudah berdiri di sana dengan wajah cemberut, tangan terlipat di dada kecilnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jisoo dan Jennie saling pandang sejenak.
"Sepertinya ada yang ngambek," bisik Jisoo pelan.
"Mom sama anak kenapa jadi pada ngambek sih kemarin Mommy nya sekarang putri nya ... Ngadepin dua kucing betina harus banyak sabar Jisoo"Batin Jisoo
Jennie menahan senyum.
Begitu mereka turun, si kecil langsung memalingkan wajahnya.
"Ji Eun..." panggil Jennie lembut.
Tidak ada jawaban.
"Dia dari semalam itu terus marah-marah karena kalian nggak ada di rumah"ucap mommy Jennie
"Iya anak kalian tuh bener-bener nggak bisa ditinggal banget jadi sekalinya ditinggal sebentar ya gitu"sahut Daddy Jennie
"Makasih ya mommy dan Daddy sudah mau ikut jagain Ji Eun padahal kalian tidak perlu repot-repot karena di sini kan sudah ada baby sitternya walaupun tidak 24 jam"ucap Jennie