Pagi itu terasa sedikit berbeda. Jennie sudah bersiap lebih awal, mengenakan pakaian yang nyaman, sementara Jisoo tampak tidak seperti biasanya lebih rapi, tapi juga sedikit gugup.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kamu tegang, ya?" goda Jennie sambil tersenyum.
Jisoo terkekeh pelan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Sedikit... ini kan momen penting, waktu Ji Eun kan aku ngga merasakan momen ini... maaf ya"jennie mengangguk
"Lagi pula waktu aku hamil Ji Eun seharusnya bukan kamu yang bertanggung jawab terhadap aku Ji bukan kamu tapi dia....sial nya pria brengsek itu menyia-nyiakan nya"batin Jennie
Ji Eun juga ikut, berjalan di antara keduanya sambil menggenggam tangan Mommy dan Dadanya.
"Kita mau lihat adik?" tanyanya polos.
"Iya," jawab Jennie lembut.
"Kita mau lihat adik."
Setibanya di rumah sakit, mereka menunggu dengan perasaan campur aduk antara penasaran, bahagia, dan sedikit deg-degan. Jennie sesekali mengelus perutnya, sementara Jisoo menggenggam tangannya, seolah memberi kekuatan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.