43

231 45 1
                                        


























Pagi datang dengan ritme yang kembali normal-tenang, sederhana, tapi terasa hangat.

Sinar matahari masuk dari jendela dapur, menyinari Jennie yang sudah sibuk sejak tadi. Suara minyak di wajan berdesis pelan, aroma masakan memenuhi rumah.

Di meja makan, ji Eun duduk manis.

Tidak seperti biasanya yang penuh cerita atau lari ke sana kemari, kali ini ia hanya duduk sambil menggambar di buku kecilnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tidak seperti biasanya yang penuh cerita atau lari ke sana kemari, kali ini ia hanya duduk sambil menggambar di buku kecilnya.

Sesekali bersenandung pelan.

Anteng.

Jennie melirik dari dapur, sedikit heran.
"Tumben banget... sepi," gumamnya.

Di ruang tengah, Jisoo keluar dari kamar dengan kemeja rapi, sambil merapikan jam tangannya.

Di ruang tengah, Jisoo keluar dari kamar dengan kemeja rapi, sambil merapikan jam tangannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"pagi," sapanya.

"Pagi," jawab Jennie tanpa menoleh. "Sarapan sebentar lagi."

Arga mengangguk, lalu berjalan ke arah meja makan.

Ia berhenti.

Menatap ji Eun yang duduk diam.

"Ini anak siapa ya... kok kalem begini?" godanya.

Ji Eun menoleh, tersenyum kecil.
"Ini ji Eun."

Jisoo duduk di depannya.
"Nggak mau manja ke Dada dulu?"

Biasanya, ji Eun langsung loncat ke pelukan.

Tapi kali ini ia hanya menggeleng pelan.
"Nanti aja... Dada mau kerja kan."

Jisoo sedikit terdiam.

Jennie yang mendengar ikut menoleh.

"Loh... kamu tahu?" tanya Jisoo.

Ji Eun mengangguk.
"Iya. Kalau Dada telat nanti dimarahin."

Jisoo tertawa kecil.
"Siapa yang bilang?"

AKU bukan DIA [Jensoo] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang