Siang itu, suasana kantor Jisoo sedang berada di puncak kesibukan.
Tumpukan berkas memenuhi meja kerjanya, layar laptop menyala dengan berbagai laporan yang harus segera diselesaikan, dan suara ketukan pintu serta percakapan rekan kerja terdengar silih berganti.
Jisoo bahkan belum sempat benar-benar beristirahat.
Ia menghela napas pelan, merapikan kerah kemejanya, lalu kembali fokus pada pekerjaannya.
Hingga-
ketukan pintu terdengar.
"Masuk," ucapnya singkat.
Pintu terbuka perlahan, dan salah satu sopir rumah mereka masuk dengan membawa tas makan.
Jisoo langsung mengangkat wajahnya, sedikit terkejut.
" maaf mengganggu," ujar sopir itu sopan. "Saya diminta nona Jennie untuk mengantarkan makan siang untuk."
Jisoo terdiam sejenak.
"Dari Jennie?" tanyanya, suaranya berubah lebih lembut.
"Iya. Katanya nona Ji pasti belum sempat makan."
Sopir itu meletakkan tas makan di meja, lalu sedikit membungkuk sebelum keluar.
Ruangan kembali hening.
Namun kini... suasananya berbeda.
Jisoo menatap tas makan itu beberapa detik, lalu perlahan membukanya.
Aroma masakan hangat langsung tercium.
Sederhana.
Namun sangat familiar.
Ia tersenyum kecil.
"Dia benar-benar..." gumamnya pelan.
Di dalamnya, ada beberapa lauk yang ia sukai. Semuanya tersusun rapi, lengkap dengan sendok dan catatan kecil yang terselip di samping kotak makan.
Jisoo mengambil kertas kecil itu.
Tulisan tangan Jennie yang lembut langsung menyapanya.
"Jangan lupa makan ya sayang. Aku tahu kamu pasti sibuk. Ini masakan yang kamu suka.
- Jennie"
Jisoo terdiam.
Lalu tersenyum... kali ini lebih dalam.
Ia menyandarkan tubuhnya sejenak di kursi, menatap catatan itu lebih lama dari yang ia sadari.
Rasa lelah yang tadi menumpuk perlahan menghilang.
Digantikan oleh sesuatu yang hangat.
Sangat hangat.
"Selalu tahu cara bikin aku berhenti sejenak..." bisiknya.
Ia lalu mulai makan.
Setiap suapan terasa berbeda bukan hanya karena rasanya, tapi karena ada perhatian di dalamnya.
Di tengah kesibukan, di antara tekanan pekerjaan, Jennie tetap memikirkan dirinya.
Beberapa menit kemudian, Jisoo mengambil ponselnya.
Ia menatap layar sebentar, lalu menekan nama yang sudah sangat ia hafal.
Telepon tersambung.
Di sisi lain, Jennie yang sedang duduk di rumah langsung mengangkat.
"Halo sayang?"
Jisoo tersenyum tanpa sadar. "Aku lagi makan."
Jennie tertawa kecil. "Akhirnya..."
KAMU SEDANG MEMBACA
AKU bukan DIA [Jensoo]
Fiksi PenggemarRumit kalau di jelasin baca aja kalau mau
![AKU bukan DIA [Jensoo]](https://img.wattpad.com/cover/330323760-64-k21396.jpg)