Setelah pulang liburan dari Bali family jensoo kembali ke rutinitas seperti biasa namun setelah liburan itu ada yang berbeda dari Jennie Karena setelah pulang liburan itu beberapa minggu kemudian kesehatan Jennie agak sedikit menurun demam dan muntah
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Huek... huek..."
Ya sudah tiga minggu ini Jennie terus merasa mual dan muntah setiap pagi namun hal itu wajar dikarenakan setelah pemeriksaan kesehatan jennie dinyatakan sedang hamil anak kedua
Kehamilan keduanya ini terasa sangat berbeda dengan kehamilan pertamanya
Dulu saat hamil Ji Eun, ia sama sekali tidak pernah merasakan mual. pusing, hingga muntah-muntah seperti ini.
Bahkan sejak dalam kandungan pun, Ji Eun seolah sangat pengertian dan tidak pernah merepotkannya.
la bahkan sanggup mengerjakan pekerjaan nya di luaran tanpa memgeluh dan lemas.
"Sudah? Masih mual?" tanya Jisoo lembut.
la dengan telaten mengusap punggung Jennie yang masih membungkuk di depan wastafel. Jujur saja, melihat Jennie selemas ini setiap pagi membuat hati Jisoo dihinggapi rasa tidak tega. Pria itu sigap membersihkan bibir Jennie, dan menyodorkan segelas air hangat, siap meringankan rasa tidak nyaman yang sedang menyiksa istrinya.
"Sudah," ucap Jennie lemas.
Melihat istrinya yang tak berdaya, Jisoo tanpa banyak bicara langsung mengangkat tubuh Jennie menggendongnya kembali ke kamar mereka.
Jisoo sudah hafal betul rutinitas baru ini. Biasanya Jennie akan terbangun sekitar pukul empat subuh karena mual, lalu baru bisa tertidur kembali hingga pagi menjelang.
Saat ini mereka sudah tidur di kamar sendiri karena Ji Eun sudah mulai dilatih untuk tidur mandiri.
Sejak saat itu, Ji Eun sebenarnya jarang rewel saat ditinggal, meski beberapa kali tangisan keras putri kecil mereka itulah yang akhirnya tetap membangunkan tidur mereka. di tengah malam.
Untuk mengantisipasi hal itu, Jisoo terus memantau sang putri melalui CCTV yang ia pasang di kamar Ji Eun.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.