35

351 61 1
                                        

























sore harinya lagi Jisoo kembali menjemput Sang Putri tapi sore ini dia hanya menjemput putrinya sendiri karena jennie harus ke tempat kerjaannya ada sesuatu yang harus dia kerjakan jadi tidak ikut untuk menjemput Ji eun dan kali ini Jisoo yang menggenggam tangan kecil itu dengan mantap saat berjalan keluar gerbang sekolah ia tidak peduli lagi pada bisikan siapapun dalam perjalanan pulang putrinya itu tiba-tiba berkata.

sore harinya lagi Jisoo kembali menjemput Sang Putri tapi sore ini dia hanya menjemput putrinya sendiri karena jennie harus ke tempat kerjaannya ada sesuatu yang harus dia kerjakan jadi tidak ikut untuk menjemput Ji eun dan kali ini Jisoo yang men...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Dada, nanti kalau aku besar.... Dada tetap jadi Dadaku kan?"

Jisoo menghentikan mobil sejenak di pinggir jalan ia menatap putrinya lalu tersenyum senyum yang kali ini penuh keyakinan.

"Iya"jawabannya lembut

"Selamanya"

Ji eun tertawa kecil dan tiba-tiba memeluknya.

Sejak saat itu Jisoo tidak lagi setengah hati ia hadir di setiap pentas sekolah membantu putrinya mengerjakan PR bahkan belajar namanya pang rambut meski hasilnya sering berantakan dan membuat mereka tertawa bersama waktu berlaku hubungan yang dulu terasa asin kini menjadi sesuatu yang tak tergantikan.

**

Suatu malam saat hujan turun mereka di ruang tamu Ji eun duduk di pangkuan Jisoo mendengarkan cerita yang ia karang sendiri.

Suatu malam saat hujan turun mereka di ruang tamu Ji eun duduk di pangkuan Jisoo mendengarkan cerita yang ia karang sendiri

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Dulu ada seorang Papa yang takut....."kata Jisoo pelan

"Kenapa takut?"tanya Ji eun

"Karena dia pikir dia nggak cukup baik tapi ternyata, ada anak kecil yang ngajarin dia cara jadi berani"

"Anak itu aku ya?"Jawab Ji eun dengan mantap

"Iya dan dada beruntung banget punya kamu"

Jennie yang duduk di seberang mereka menatap dengan mata berkaca-kaca tapi kali ini bukan karena khawatir melainkan Karena rasa syukur di tengah hujan dan gelap rumah itu justru terasa paling hangat dan Jisoo akhirnya benar-benar mengerti cinta tidak selalu tumbuh dari darah tapi dari keberanian untuk membuka hati dan memilih untuk tidak pergi.

AKU bukan DIA [Jensoo] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang