34

336 61 0
                                        











Suatu sore itu saat Jisoo menjemput Ji eun di sekolah untuk pertama kalinya ia mendengar dua orang tua murid berbisik

Suatu sore itu saat Jisoo menjemput Ji eun di sekolah untuk pertama kalinya ia mendengar dua orang tua murid berbisik

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Itu bukan anak kandungnya kan?"

"Iya katanya dia lahir tanpa ayah parahnya ibu nya menikah dengan sesama"

Kata-kata itu sederhana tapi cukup untuk mengusik sesuatu dalam diri siswa sepanjang perjalanan pulang ia terdiam lamanya.

Ji eun yang biasanya cerewet pun ikut terdiam mungkin dengan kepekaannya dia tahu dan dia merasakan perubahan suasana.

"Dada.... marah ya"tanya nya pelan.

Jisoo tersadar ia melirik ke kaca spion melihat mata kecil yang penuh kekhawatiran.

"Enggak kok Sayang"jawabnya singkat tapi hatinya bergemuruh.

malam itu Jisoo kembali duduk di teras tapi kali ini bukan karena ia ingin menjauh melainkan karena sedang berperang dengan pikirannya sendiri.
Ia menyadari sesuatu selama ini yang tidak pernah ia ketahui tentang gadis kecil itu.

Pintu rumah terbuka perlahan Jennie keluar membawa 2 cangkir teh ia duduk di samping Jisoo tanpa banyak bicara.

"Aku tahu ini nggak mudah buat kamu"kata Jennie memulai

"Aku juga nggak pernah minta kamu jadi sempurna Aku cuman berharap kamu mau mencoba...dan terimakasih kamu sudah melakukannya Chu"

Jisoo menunduk"maafkan Aku...... Aku takut kalau suatu saat aku nggak bisa benar-benar jadi orang tua yang baik untuk Ji eun"

Jennie tersenyum kecil."Jisoo... jadi orang tua itu bukan soal siapa yang pertama kali ada tapi siapa yang memilih untuk tetap ada"

Kata-kata itu sederhana tapi menghantam tepat di hatinya sadar betapa menyesalnya dirinya akan sikap keegoisan dirimu sendiri.

Jisoo pun memeluk Jennie dengan sangat erat ia menangis di pelukan itu menumpahkan rasa penyesalannya selama ini

"Maaf kan aku Jen"

"Aku harap kita berdua bisa menjadi orang tua yang baik untuk Ji eun... hanya aku dan kamu Chu"ucap Jennie penuh harap.

"Ya Aku akan berusaha untuk menjadi orang tua yang baik untuk anak kita.. aku janji"

Mendengar itu Jennie cukup terharu hatinya lega bahwa perjuangannya ternyata tidak sia-sia Jisoo bisa menerimanya bisa menerima putrinya sepenuhnya menganggap putrinya mencintainya.

"Sudah jangan menangis nanti Ji eun melihat... aku yang di marahi dia karena membuat Dada tersayang nya menangis"ucapnya dengan nada bercanda sembari mengusap air mata Jisoo.

"Jen,Apakah selama ini Ji eun pernah bercerita sesuatu padamu?"tanya jisoo dengan serius.

"Cerita apa?"

AKU bukan DIA [Jensoo] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang