Jisoo pulang seperti biasa.
Membuka pintu. Meletakkan kunci. Melepas sepatu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Semua terlihat normal.
Tapi ada sesuatu yang berbeda-
ia lebih diam.
Jennie yang sedang menyiapkan makan malam langsung menoleh.
"Kamu sudah pulang?"
"Iya," jawab Jisoo singkat.
Biasanya, Jisoo akan mendekat, mencium keningnya, atau sekadar bercanda ringan.
Hari ini tidak.
Ia langsung duduk di sofa.
Ji Eun yang melihat langsung berlari.
"Dadaaa!"
Jisoo tersenyum-tapi tipis.
"Iya, sayang," katanya, mengusap kepala ji Eun
"Dada capek?" tanya ji Eun polos.
"Sedikit," jawabnya.
Jennie memperhatikan dari jauh.
Perasaannya mulai tidak enak.
Malam itu mereka makan bersama.
Tapi suasananya... kosong.
Tidak ada canda. Tidak ada obrolan panjang.
Hanya suara sendok dan piring.
Jennie beberapa kali ingin bicara... tapi mengurungkan niat.
Ada jarak yang tiba-tiba muncul.
Dan ia bisa merasakannya.
-
Setelah ji Eun tidur, rumah kembali sunyi.
Jennie akhirnya mendekat ke Jisoo yang duduk sendirian.
"Kamu kenapa?" tanyanya pelan.
Jisoo tidak langsung menjawab.
Ia menatap ke depan, kosong.
"Ketemu dia tadi," akhirnya ia berkata.
Jennie angsung membeku.
"Dia ngomong apa?" suaranya pelan, hati-hati.
Jisoo tertawa kecil-pahit.
"Banyak," jawabnya.
Hening.
"Dia bilang... kamu dulu cinta banget sama dia."
Jennie langsung menunduk.
"Aku nggak-" ia ingin menjelaskan.
"Tunggu," potong Jisoo pelan.
![AKU bukan DIA [Jensoo]](https://img.wattpad.com/cover/330323760-64-k21396.jpg)