Beberapa hari setelah obrolan tentang "jadi model", ada satu hal lain yang mulai dipikirkan Jisoo dan Jennie dengan serius
sekolah baru untuk ji Eun
Sore itu, setelah makan malam, mereka duduk bertiga di ruang keluarga. Ji Eun sedang menggambar lagi seperti biasa, sementara Jisoo dan Jennie saling bertukar pandang.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"ji Eun..." panggil Jennie lembut.
"Iya, Mom?" jawabnya tanpa mengalihkan perhatian dari gambarnya.
"Kita mau ngobrol sedikit," kata Jisoo.
Ji Eun langsung menoleh. "Serius banget..."
Jisoo tertawa kecil. "Nggak kok. Santai aja."
Jennie mendekat, duduk di samping ji Eun. "Kamu kan sudah makin besar..."
Ji Eun langsung menyela, "Iya, ji Eun sudah gede!"
Jisoo mengangguk pura-pura serius. "Iya, sudah gede. Nah, karena itu... Dada sama Mommy lagi pikirin sekolah baru buat ji Eun."
Ji Eun mengerutkan kening. "Sekolah baru?"
Jennie mengangguk. "Iya. Tempat yang lebih cocok buat ji Eun belajar... dan juga mungkin mendukung hal-hal yang ji Eun suka."
"Maksudnya... model?" tanya ji Eun cepat.
Jisoo tersenyum. "Bisa jadi. Tapi bukan cuma itu. Yang penting ji Eun tetap belajar banyak hal."
Ji Eun terdiam.
Ia memeluk bukunya sedikit lebih erat. "Temannya baru semua ya?"
Jennie mengangguk pelan. "Iya."
"Terus... ji Eun sendirian?" tanyanya lagi.
Jisoo langsung mendekat. "Nggak. Mommy sama Dada tetap ada."
"Tapi di sekolah kan nggak ada," jawab ji Eun jujur.
Hening sebentar.
Jennie mengusap rambutnya. "Awalnya mungkin terasa asing. Tapi nanti ji Eun pasti punya teman baru."
Ji Eun menunduk. "Kalau nggak ada yang mau temenan sama ji Eun gimana?"
Pertanyaan itu sederhana... tapi penuh kekhawatiran.
Jisoo mengangkat dagu Lala pelan. "ji Eun itu anak baik. Pasti ada yang mau temenan."
Jennie menambahkan, "Dan kalaupun butuh waktu... itu nggak apa-apa."
Ji Eun berpikir cukup lama.
"Sekolahnya jauh?" tanyanya lagi.
"Sedikit lebih jauh dari yang sekarang," jawab Jisoo. "Tapi bagus tempatnya."