59

251 65 2
                                        




























Malam semakin larut. Rumah itu tenggelam dalam keheningan. Jisoo bersandar sambil memperhatikan Jennie yang akhirnya tertidur lelap setelah melewati mualnya.

 Jisoo bersandar sambil memperhatikan Jennie yang akhirnya tertidur lelap setelah melewati mualnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tangannya masih setia menggenggam tangan Jennie, seolah tak ingin melepasnya sedikit pun.

Namun, keheningan itu perlahan terusik oleh suara langkah kecil dari luar kamar.

"Dada...?"

Suara lembut dan sedikit mengantuk itu membuat Jisoo menoleh. Pintu kamar terbuka sedikit, memperlihatkan anak perempuan mereka berdiri sambil mengucek mata, memeluk boneka kesayangannya.

Jisoo tersenyum lembut.

"Sini, sayang... kenapa bangun?"

Anak kecil itu berjalan pelan menghampiri, lalu memanjat ke atas tempat tidur dengan bantuan Jisoo. Ia langsung mendekat ke sisi Jennie, menatap wajah Mommy nya yang tertidur.

"Mommy sakit lagi?" tanyanya pelan, dengan nada khawatir yang polos.

Jisoo mengusap kepala kecil itu.

"Tadi iya, tapi sekarang Mommy sudah tidur. Kita temani Mommy, ya."

Ji Eun mengangguk serius, lalu berbaring di sisi lain Jennie. Dengan hati-hati, ia memeluk lengan Mommy nya, seolah ingin ikut menjaga.

Jennie sedikit bergerak, matanya terbuka perlahan. Ia terlihat sedikit terkejut melihat dua orang yang ia cintai berada di dekatnya.

"Hmm...?" gumamnya pelan.

"Mom..." bisik si kecil, tersenyum manis.

"Aku temenin Mommy ya."

Jennie tersenyum hangat meski masih lelah. Tangannya yang lemah membelai kepala anaknya.

"Iya... makasih, sayang."

Jisoo ikut berbaring di sisi mereka, merapikan selimut agar menutupi ketiganya dengan hangat.

Kini, tempat tidur itu terasa penuhbukan hanya oleh tubuh, tapi oleh rasa saling menjaga.

Ji Eun tiba-tiba menoleh ke arah Jisoo.

"Dada, pasti capek ya..."

Jisoo tersenyum, lalu mengecup keningnya.

"Nggak. Dada senang kok"

Jennie memandang keduanya dengan mata yang berkaca-kaca, namun penuh rasa tenang. Di tengah rasa lelah dan mual yang masih tersisa, ia tidak merasa sendirian.

"Terima kasih..." bisiknya pelan.

Jisoo menggenggam tangannya lebih erat.

"aku yang harus nya berterima kasih karena kamu masih disini sama aku Jen...aku sangat mencintaimu "

AKU bukan DIA [Jensoo] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang