97

187 52 2
                                        










































Beberapa bulan berlalu sejak pagi yang penuh amarah itu.

Dan sejak hari itu pula,Jisoo benar-benar pergi.

Berbulan-bulan.

Tanpa kehadiran yang utuh di rumah.

Hanya sesekali kabar.

Pesan singkat.

Telepon yang tidak selalu terjawab.

Rumah itu tetap berjalan.

Jennie tetap menjadi pusatnya.

Menjaga semuanya tetap utuh.

Dan Ji Eun,berubah,Perlahan.

Tanpa banyak kata.

Dan kata Jennie ia tidak lagi sering tersenyum pada ponselnya.

Tidak lagi sering pergi tanpa alasan jelas.

Hubungan yang dulu ia pertahankan diam-diam

perlahan merenggang.

Ji Eun meminta Ellio untuk memutuskan nya bukan karena tidak ada rasa

ia juga mengatakan jika memang Ellio benar-benar mencintainya maka Yakin kan orang tua nya bahwa dirinya pantas masuk di keluarga Ji Eun

ia mulai memahami sesuatu yang dulu tidak ia lihat.

Tentang keluarga.

Tentang Dadanya.

Tentang batas yang dulu ia anggap sebagai kekangan.

Dan tentang perkataan nya yang mungkin sangat menyakiti hati orang tua nya

Dan malam itu,pintu rumah terbuka.

Perlahan.

Suara langkah yang sudah lama tidak terdengar

akhirnya kembali.

Jisoo pulang.

Tidak ada sambutan besar.

Tidak ada teriakan.

Namun kehadirannya langsung terasa.

Jennie yang berada di ruang tengah langsung menoleh.

Matanya sedikit melebar.

"...kamu pulang," ucapnya pelan.

Jisoo mengangguk.

Wajahnya terlihat lebih lelah.

Jean dan Jena yang melihat langsung berlari.

"Dada!" seru mereka bersamaan.

Jisoo berlutut, memeluk keduanya erat.

"Dada pulang..." bisiknya.

Si-woo berdiri tidak jauh.

Ia tidak berlari.

Namun matanya tidak lepas dari Dada nya.

"...Dad," ucapnya singkat.

Namun cukup untuk menyampaikan rindu yang ia simpan.

Jisoo menatapnya, lalu mengangguk kecil.

"Si-woo..."

Dan di ujung tangga Ji Eun berdiri.

Diam.

Tidak bergerak.

Matanya menatap sosok yang selama ini ia rindukan namun juga sempat ia lawan.

AKU bukan DIA [Jensoo] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang