Malam itu, meja makan di rumah mereka dipenuhi kehangatan.
Lampu gantung menyala lembut, memantulkan cahaya hangat ke seluruh ruangan. Hidangan yang Jennie siapkan tersusun rapi sederhana, namun penuh rasa.
Jisoo duduk di salah satu sisi meja, sementara Ji Eun sudah lebih dulu duduk dengan wajah penuh semangat. Si-woo berada di baby chair kecil di dekat Jennie, sesekali mengeluarkan suara kecil yang menggemaskan.
"Semua sudah siap," ujar Jennie sambil duduk.
"Wah... kelihatan enak banget," kata Jisoo sambil tersenyum.
Ji Eun langsung ikut bersuara, "Ini masakan Mommy! Pasti enak!"
Jennie tertawa kecil. "Iya dong."
Mereka mulai makan.
Beberapa detik pertama masih tenang, hingga akhirnya
Ji Eun mulai bercerita.
"Dada! Tadi di sekolah aku main sama teman baru lagi nama nya Yeo jin Go di pintar banget!" katanya cepat.
Jisoo langsung menatapnya penuh perhatian. "Oh ya? Main apa?"
"Main masak-masakan dan masih banyak lagi,dia bawa bekal lucu banget!" jawab Ji Eun semangat.
Jisoo tertawa kecil. "Wah... Ji Eun ingin di bikin bekal cantik juga ya?"
Jennie tersenyum sambil menyuapi Si-woo. "Terus mau di masakin apa?"
Ji Eun berpikir sejenak.
"Masak... chikin! " katanya polos.
Semua tertawa.
Ji Eun mengangguk bangga, lalu lanjut lagi tanpa diminta.
"Terus aku nyanyi juga! Tapi aku lupa liriknya sedikit..."
"Tidak apa-apa," ujar Jennie lembut.
"Yang penting berani."
Ji Eun tersenyum lebar, lalu kembali makan dengan lahap.
Di sela-sela itu, ia sesekali menoleh ke arah Si-woo.
"Adik... nanti kalau besar sekolah juga ya," katanya.
Si-woo hanya menggerakkan tangannya kecil, membuat Ji Eun tertawa.
Jisoo memperhatikan itu semua dengan senyum yang tidak lepas dari wajahnya.
"Rumah jadi ramai ya..." ucapnya pelan.
Jennie menoleh, tersenyum hangat. "Iya... tapi enak."
Jisoo mengangguk.
Di meja makan itu, tidak ada yang mewah selain kebersamaan.
Suara sendok yang beradu pelan.
Tawa kecil Ji Eun.
Ocehan lembut Si-woo.
Dan tatapan hangat antara Jisoo dan Jennie.
Setelah beberapa waktu, Ji Eun bersandar sedikit di kursinya.
"Aku senang..." katanya tiba-tiba.
Jennie menoleh. "Kenapa?"
"Karena kita makan bareng," jawabnya polos.
Kalimat sederhana itu membuat suasana sejenak hening.
Namun bukan hening yang kosong
melainkan penuh.
KAMU SEDANG MEMBACA
AKU bukan DIA [Jensoo]
Fiksi PenggemarRumit kalau di jelasin baca aja kalau mau
![AKU bukan DIA [Jensoo]](https://img.wattpad.com/cover/330323760-64-k21396.jpg)