Lagi hari di rumah dan dengan segala drama kecil anak-anaknya di meja makan yang sedang menikmati sarapan
kesibukan pun berpindah ke halaman depan rumah, di mana mobil yang berbeda dari biasanya sudah siap, pintu terbuka, dan suara anak-anak kembali memenuhi udara.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Cepet, nanti telat!" panggil Jisoo dari dekat mobil.
Jean sudah berdiri dengan tas yang hampir jatuh dari bahunya.
"Aku duluan!" katanya semangat.
"Enggak! Aku duluan!" sahut Jena, langsung menyusul sambil menarik lengan kakaknya.
"Bareng!" potong Jisoo tegas, meski dengan nada santai.
Keduanya langsung diam.
Lalu saling melirik.
"Iya..." jawab mereka bersamaan.
Di belakang, Jennie membantu merapikan rambut Jena yang sedikit berantakan.
"Jangan berantem di sekolah ya," pesannya lembut.
"Iya, Mom..." jawab Jena, kali ini lebih kalem.
Jean hanya mengangguk sambil memainkan resleting tasnya.
Ji Eun keluar terakhir, berjalan santai dengan tas kuliahnya.
"Kamu nggak dianter, Ji Eun?" tanya Jena.
Ji Eun tersenyum kecil.
"Nanti aja, beda jam."
Si-woo juga muncul dari dalam, sudah rapi dengan seragamnya. Wajahnya tenang seperti biasa, namun matanya memperhatikan semua.
"Si-woo nanti sama Dada juga," kata Jisoo.
"Sekolah kamu lebih jauh."
Si-woo mengangguk singkat.
"Iya, Dad."
Akhirnya, Jean dan Jena masuk ke mobil lebih dulu.
Namun bukan tanpa drama kecil.
"Ini tempat aku!" kata Jean saat Jena duduk di dekat jendela.