81

119 39 0
                                        






























Malam itu terasa lebih panjang dari biasanya.

Jam di dinding sudah menunjukkan hampir pukul tiga dini hari, namun Jennie masih terjaga. Lampu ruang tengah dibiarkan menyala redup, menciptakan bayangan sunyi yang menemani kegelisahannya.

Ia duduk sendiri di sofa.

Tangannya saling menggenggam, sesekali menatap pintu depan.

Jisoo belum pulang.

Perasaan tidak tenang sejak tadi terus menghantuinya. Berkali-kali ia mencoba menenangkan diri, berpikir mungkin Jisoo hanya lembur seperti biasa.

Namun semakin larut waktu berjalan...

rasa khawatir itu semakin besar.

Hingga akhirnya suara pintu terbuka terdengar.

Jennie langsung berdiri.

Dan saat ia melihat sosok yang masuk...

jantungnya seakan berhenti sesaat.

"Jisoo...?"

Jisoo masuk dengan langkah yang tidak stabil.

Kemejanya kusut, rambutnya berantakan, dan yang paling terasa

bau alkohol yang begitu kuat.

Ia berjalan sempoyongan, tangannya sesekali menyentuh dinding untuk menyeimbangkan tubuhnya.

Jennie langsung berlari mendekat.

"Kamu kenapa...?" suaranya panik.

Jisoo hanya mengangkat wajah sedikit, matanya berat.

"Hey... aku pulang..." gumamnya tidak jelas.

Jennie menahan napas.

Hatanya campur aduk khawatir, kaget, sekaligus tidak percaya.

"Kamu minum?" tanyanya pelan, hampir seperti tidak ingin mendengar jawabannya.

Jisoo tertawa kecil, tapi lemah.

"Sedikit..." jawabnya, meski jelas lebih dari itu.

Tubuhnya hampir limbung.

Jennie langsung menahan lengannya.

"Hati-hati!" katanya cepat.

Ia menopang Jisoo dengan susah payah, membawa pria itu perlahan ke sofa.

"Duduk dulu... pelan-pelan..."

Jisoo menurut, meski gerakannya berat.

Begitu duduk, ia menyandarkan tubuhnya, menghela napas panjang.

Jennie berlutut di depannya.

Matanya menatap wajah Jisoo dengan penuh kekhawatiran.

"Kamu kenapa sampai begini...?" suaranya melemah.

Tidak ada jawaban jelas.

Hanya diam... dan napas berat yang terdengar.

Jennie menahan air mata.

Ia mengangkat tangan, merapikan sedikit rambut Jisoo yang berantakan.

"Seberapa banyak kamu minum..." bisiknya.

Jisoo memejamkan mata.

"Capek..." jawabnya singkat.

Satu kata.

Namun cukup untuk membuat hati Jennie semakin sesak.

"Aku tahu kamu capek..." ucap Jennie pelan.

"Tapi bukan begini caranya..."

AKU bukan DIA [Jensoo] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang