Setelah makan malam yang hangat tanpa gangguan, tanpa ponsel di tangan ruang keluarga kembali hidup dengan suara yang sempat lama hilang.
Tawa.
Jisoo duduk di lantai, berhadapan dengan Ji Eun yang terlihat jauh lebih ceria dari hari-hari sebelumnya. Di sampingnya, Si-woo berada di pangkuan Jisoo, sesekali mengeluarkan suara kecil yang membuat suasana semakin hangat.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Lagi, Dada!" seru Ji Eun sambil tertawa.
Jisoo pura-pura kalah saat bermain sederhana dengan putrinya, membuat Ji Eun tertawa lepas.
"Ih, Dada kalah terus!" godanya.
"Iya lain kali Dada akan menang ya," jawab Jisoo sambil tersenyum.
Si-woo ikut tertawa kecil, tangannya bergerak-gerak seolah ingin ikut bermain.
Jisoo menatap bayi itu, lalu mengangkatnya sedikit.
"Si-woo juga mau ikut ya?" ucapnya lembut.
Suasana itu sederhana.
Namun penuh.
Tidak ada yang berlebihan, tapi cukup untuk membuat hati terasa utuh.
Di ambang pintu, Jennie berdiri.
Ia memperhatikan.
Diam.
Di tangannya, ada tiga gelas susu hangat tentu nya yang satu beda yaitu susu untuk Si Woo adalah susu dari dirinya langsung.
Matanya menatap pemandangan di depannya
suaminya...
anak-anaknya...
tertawa bersama.
Dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama
ia melihat sesuatu yang sempat hilang...
kembali.
Perlahan, ia melangkah mendekat.
"Sudah malam..." ucapnya lembut.
Ketiganya menoleh.
Ji Eun langsung tersenyum lebar.
"Mommy! Aku menang terus!" katanya bangga.
Jennie tersenyum tipis.
"Iya, mommy lihat sayang"
Ia berlutut, lalu memberikan gelas susu satu per satu.
"Ini buat Ji Eun... ini buat Dada..." ucapnya pelan.
Lalu ia duduk di samping Jisoo, membantu memegang botol susu kecil untuk Si-woo.