Perjalanan ke Swiss terasa seperti mimpi yang akhirnya benar-benar terjadi.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pesawat mendarat di Zurich saat pagi masih muda. Udara dingin langsung menyambut mereka begitu keluar dari bandara. Jennie refleks merapatkan jaketnya, sementara Jisoo tertawa kecil melihat reaksinya.
"Dingin banget..." gumam Jennie.
Jisoo langsung mendekat, merangkul bahunya. "Makanya jangan jauh-jauh dari aku."
Jennie melirik, pura-pura kesal. "Dari dulu juga nggak jauh."
Tapi ia tidak menyingkir dari pelukan itu.
Mereka melanjutkan perjalanan ke sebuah desa kecil di dekat pegunungan Alpen. Salju masih menutupi sebagian atap rumah dan jalan setapak. Udara bersih, pemandangan tenang-seolah dunia berjalan lebih lambat di sana.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Villa tempat mereka menginap berdiri menghadap pegunungan, dengan jendela besar yang langsung memperlihatkan hamparan putih dan langit biru pucat.
Jennie berdiri di depan jendela, terpaku.
"Ini... indah banget..." bisiknya.
Jisoo berdiri di belakangnya, tidak langsung melihat pemandangan-melainkan Jennie.
"Iya," jawabnya pelan. "Indah."
Jennie menoleh. "Kamu lihat ke mana sih?"
"Ke yang lebih dekat," jawab Jisoo santai.
Jennie menggeleng, tapi tidak bisa menahan senyumnya.
Hari-hari mereka di Swiss diisi dengan hal-hal sederhana-berjalan di tengah salju, minum cokelat hangat di kafe kecil, naik kereta dengan pemandangan pegunungan yang luas, dan tertawa tanpa beban.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.