100

142 45 2
                                        

































Setelah kemarin mendapatkan laporan lagi dari sekolah Si Woo tentang putranya mendapatkan perlakuan yang tidak baik di sekolahnya Jisoo marah dan meminta ketegasan dari pihak sekolah jika hal ini terjadi lagi pada putra nya maupun pada siswa-siswi lainnya di sekolah itu.

Jisoo tidak akan diam saja karena Jisoo harus menegaskan kepada pihak sekolah agar hal itu tidak terjadi lagi.

Apalagi Jisoo memiliki sebuah rekaman CCTV dari sekolah itu jangan tanyakan dari mana dia mendapatkannya tentu saja itu mudah bagi dia dengan kekuasaan yang dimiliki oleh nya.

Tibalah Jisoo di ruang BK yang di sana sudah ada beberapa siswa juga orang tua nya masing-masing.

"Jadi kalian yang berani membuat putra ku terluka hah?"ucap Jisoo dengan marah membuat orang orang di sana menatap nya.

"Anda siapa?"tanya salah satu dari mereka yang mungkin orang tua dari anak itu.

"Tidak perlu tahu siapa saya yang jelas siapa yang berani membuat putra ku terluka hah"

"Bagaimana jika Nona Ji duduk terlebih dahulu kita bicarakan ini baik-baik "usul seseorang yang tak lain adalah kepala sekolah di sana.

"Tidak perlu, kalian cukup katakan saja apa benar kalian yang sudah membuat putra ku Si Woo terluka hah, jawab?"tanya Jisoo kepada anak anak siswa di depan nya dengan tatapan penuh amarah.

"Nona tenang? Kit-"

"Jawab pertanyaan ku"bentak Jisoo pada siswa itu

"Iya kami yang melakukan nya tap-"

Bugh

Mendengar itu Jisoo langsung memukuli wajah siswa itu tak peduli dengan orang lain yang berada di sana.

"Hey, jangan sakiti putra ku atau aku akan bawa kasus ini ke polisi "marah nya salah satu orang itu yang tak lain adalah orang tua siswa yang Jisoo pukul.

"Silahkan aku tidak takut dan kau berani nya kau membuat putra ku terluka brengsek "maki Jisoo pada siswa itu.

"Inget ya kalian semua yang sudah berani membuat putra ku terluka akan merasakan berkali-kali lipat dari apa yang kalian lakukan pada putra ku akan aku pasti kan keluarga kalian pun akan ku hancurkan, camkan itu"ucap Jisoo dengan tegas menyatakan nya.

"Memangnya siapa kau berani nya mengancam kami hah?"sahut seorang wanita lain di ruang itu.

"Tunggu dalam waktu kurang dari sepuluh menit kalian akan tau siapa aku"ucap Jisoo dengan tegas.

"Apa, tidak mungkin?"sahut seorang pria lain yang ada di sana yang terkejut.

"Kau, beraninya kau membuat saham perusahaan ku anjlok sialan "marah pria itu yang tidak terima.

"Itu belum seberapa keluarga dan terutama nya anak-anak kalian juga akan mendekam di penjara atas apa yang telah dilakukan nya"Jisoo benar-benar tidak akan mengampuni orang yang berani mengusik anggota keluarga nya.

Dan benar saja beberapa menit kemudian orang tua siswa itu mendapat pesan di ponsel nya masing-masing mereka terkejut dan melihat ke arah Jisoo dengan wajah yang merasa bersalah dan takut.

"Nona mari kita bicara baik-baik aku yakin ini hanya kesalahpahaman antara siswa saja jadi anda tidak perlu menanggapi nya berlebihan"ucap pria yang tadi mengancam Jisoo ke polisi.

"Bicara baik-baik? Setelah anak-anak kalian membuat putra ku terluka? Jangan harap? Aka aku pasti kan kalian akan hancur sampai tak tersisa sedikit pun dari kalian"mutlak itulah yang Jisoo lakukan jika menyangkut keselamatan anaknya.

"Nona kamu mohon maaf kan anak anak kamu dan mereka akan berjanji tidak akan melakukan hal itu lagi...jadi tolong nona kembali kan saham perusahaan kami"ucap pria satu nya memohon.

"Tidak akan aku maafkan mudah sekali kalian bicara seperti itu,apa kalian tidak memikirkan anak ku yang terluka karena perundungan yang di lakukan anak-anak kalian hah?"

"Tapi kami hanya di suruh untuk melakukan itu pada Si Woo "lirihnya salah satu siswa itu.

Sontak pernyataan itu membuat orang-orang di sana menatap nya.

"Apa kamu bilang?"tanya Jisoo meminta penjelasan

"Kami di suruh "

"Ck alasan, kalian pikir aku percaya hah?"

"Ya benar kamu hanya di suruh"sahut teman di samping nya.

"Dengar ini bukan kesalahan anak kami nona mereka hanya di suruh seseorang"sahut orang tua siswa itu.

"Aku tidak bodoh yang dengan gampangnya kalian tipu"tegas Jisoo.

"Kami berkata jujur imo"sahut siswa itu lagi.

"Baiklah jika kalian memang di suruh bawa aku menemui dia"

"Dia sudah pulang dan kami tidak tahu alamatnya "

"Kalo begitu sebutkan nama nya pada ku"

"Nama nya-"

"Dad,aku ingin pulang "sahut Si Woo yang tiba-tiba menghampiri Jisoo ke ruang BK.

"Hey, kenapa keluar?"Jisoo yang mengkhawatirkan putra nya langsung menghampiri nya.

"Aku ingin pulang"lirihnya

Si Woo tidak ingin kejadian dulu terulang lagi yang di mana Dada nya hilang kendali sehingga memukuli orang tanpa ampun karena Jisoo kali udah marah sangat menyeramkan.

"Baiklah kita pulang biar kamu di periksa oleh dokter di rumah ya"Jisoo akhirnya menyetujui nya.

"Dan untuk kalian urusan kita belum selesai apa yang aku lakukan sekarang pada kalian hanya sebagian tunggu balasan selanjutnya dari ku"

"Untuk kalian jika bukan seorang siswa jika bukan seorang anak sudah aku pastikan kalian habis di tangan ku saat ini juga... bersyukurlah karena kalian seorang anak-anak "

Jisoo dengan perlahan menuntun keluar putra nya berjalan karena kaki nya juga terluka.

"Pakai kursi roda ya?"saran Jisoo.

"Mau nya di gendong"ucap Si Woo yang dengan manja nya berusaha untuk membuat suasana hati Dada nya tenang






















































































Menuju anniversary nya BLACKPINK 🫶

Eh btw di gedung YG ada yang ngamuk guys itu kenapa bisa seberani itu sih?😂
























Jangan lupa vote

AKU bukan DIA [Jensoo] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang