Malam kembali jatuh.
Dan seperti malam-malam sebelumnya rumah itu menunggu.
Jam dinding berdetak pelan, menunjukkan waktu yang semakin larut. Di ruang tengah, lampu masih menyala redup. Jennie duduk di sana, kali ini tidak lagi gelisah seperti sebelumnya
melainkan diam.
Terlalu diam.
Di sampingnya, mainan Ji Eun masih berserakan. Anak itu sudah tertidur lebih awal, setelah menunggu cukup lama... lalu menyerah pada kantuknya.
Di kamar, Si-woo juga sudah terlelap setelah menyusu.
Semuanya sudah tidur.
Kecuali satu orang yang masih menunggu.
Jennie menatap jam.
Hampir tengah malam.
Lagi.
Ia tidak menghela napas.
Tidak juga mengeluh.
Hanya menunduk, jemarinya saling menggenggam.
Seolah hatinya mulai lelah untuk berharap.
Hingga akhirnya
Sesampainya di rumah, ternyata Jennie sedang menunggunya di ruang tamu.
"Sayang..." Panggil Jisoo manja, memeluk Jennie erat.
Jennie balas pelukan itu sambil mengelus rambut Jisoo meski kecewa cinta nya pada Jisoo jauh lebih besar.
"Ayo ke kamar dulu, sayang." Ajak Jennie yang lebih sudah membelakangi nya.
Jisoo melepas pelukan, tersenyum aneh ke arah Jennie.
"Boleh?"
Alis Jennie mengernyit, tidak paham maksud Jisoo.
"boleh apa?"
Jisoo memutar mata malas dan ia pun tau Jennie sedang mode marah
Tanpa kata Jisoo itu mengangkat tubuh Jennie dan membawanya masuk ke dalam kamar.
la baringkan gadis itu di atas ranjang dengan lembut, naik di atasnya dengan senyuman manis yang tak pernah meninggalkan wajahnya, cara untuk merayu Jennie.
Saat Jisoo hendak menciumnya, Jennie menutup mulut dengan tangan sehingga bibir Jisoo mendarat pada punggung tangannya.
"Kenapa sayang?" Tanya Jisoo sedikit kesal.
"Kamu itu butuh tidur bukan 'main'." Balas Jennie.
"Ayolah, mommy..." Bujuk Jisoo hanya mendapat gelengan dari Jennie.
"Satu ronde aja, janji gak minta lebih." Jisoo mengangkat kelingkingnya di udara.
jennie menatap jari itu sebentar lalu beralih menatap wajah kasihan Jisoo.
"Yaudah tapi janj---hmpptt."
Tanpa menunggu Jennie menyelesaikan perkataannya, Jisoo langsung menyerang bibir tipis itu.
Membawanya ke dalam ciuman yang bergairah dan intens, saling membelit lidah dan merasakan saliva satu sama lain.
Kain yang membungkus tubuh mereka terlepas satu persatu hingga tak ada lagi yang dapat menyembunyikan keseksian
keduanya.
"Ahhhh... More, Daddyh." Mohon jennie saat Jisoo mengelus area sensitifnya.
Ciuman Jisoo turun dari payudara gadis itu yang sudah lama ia rindukan beralih ke perut hingga berada tepat di depan miss V merah muda istri nya.
![AKU bukan DIA [Jensoo]](https://img.wattpad.com/cover/330323760-64-k21396.jpg)