51

248 45 6
                                        



























Belum lama setelah obrolan Jisoo dan seulgi mereda, suasana kantor yang tadinya cukup tenang tiba-tiba berubah.

"Wah... lengkap nih. Dua orang paling serius di ruangan lagi deep talk pagi-pagi."

Suara itu datang dari arah pintu.

Jisoo dan seulgi menoleh bersamaan.

Dua orang masuk dengan santai
Lalisa dan wendy

Dua orang masuk dengan santaiLalisa dan wendy

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sahabat lama mereka juga

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sahabat lama mereka juga.

"Tumben lo berdua nggak ribut," tambah Wendy sambil menarik kursi tanpa izin.

Seulgi langsung menyeringai.
"Kita lagi bahas hal penting."

Lisa memperhatikan wajah Jisoo.
"Dari muka dia sih... bukan sekadar penting."

Jisoo menghela napas.
"Kalian datang di waktu yang tepat... atau salah."

"Wah," kata Wendy. "Kalau udah pakai kalimat begitu... pasti berat."

Seulgi menyandarkan badan.
"Cerita aja. Biar sekalian rame."

Jisoo sempat ragu.

Tapi melihat mereka orang-orang yang sudah lama ada di hidupnya

ia akhirnya menyerah.

"Kai datang," katanya langsung.

Hening sejenak.

Lisa mengerutkan kening.
"Yang ninggalin dulu itu?"

Jisoo mengangguk.

"Dan dia mau ambil posisi lagi," tambah seulgi

Wendy langsung bersandar.
"Wah... ini mulai kayak drama berat."

"Ini bukan lucu," potong Jisoo.

"Gue tahu," jawab Wendy cepat, langsung serius.

"Dia ketemu ji Eun. Ketemu Jennie. Dan..." Jisoo berhenti sejenak,
"dia bilang Jennie masih cinta sama dia."

Lisa langsung bersandar ke depan.
"Dan lo kepikiran."

AKU bukan DIA [Jensoo] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang