Malam itu datang dengan tenang, membawa rasa lelah yang manis setelah hari yang panjang.
Di ruang keluarga, lampu dibuat sedikit redup. Jennie duduk bersandar di sofa sambil menggendong Si-woo yang mulai terlelap setelah menyusu. Di sampingnya, Ji Eun masih sibuk bercerita meski matanya sudah setengah tertutup.
"Terus tadi... aku gambar... sama Yeona..." ucapnya pelan, suaranya mulai melambat.
Jisoo yang duduk di dekat mereka tersenyum, memperhatikan setiap kata yang keluar dari mulut kecil itu.
"Iya... terus?" tanyanya lembut.
Ji Eun mengusap matanya.
"Terus... aku... aku..." kalimatnya menggantung.
Kepalanya mulai terjatuh perlahan ke bahu Jennie.
"Sayang..." panggil Jennie pelan.
Namun tidak ada jawaban.
Ji Eun sudah tertidur.
Masih dengan posisi setengah memeluk Jennie, dan sisa cerita yang belum selesai.
Jisoo tertawa kecil, suaranya pelan agar tidak membangunkan.
"Baru juga cerita... sudah mimpi duluan," bisiknya.
Jennie tersenyum hangat, mengusap rambut putrinya.
"Capek dia... hari pertamanya luar biasa," ucapnya lembut.
Beberapa saat mereka hanya diam, menikmati pemandangan sederhana itu
dua anak mereka yang tertidur dalam kedamaian.
Jisoo lalu berdiri perlahan.
"Sini, aku pindahin Ji Eun ke kamarnya," katanya pelan.
Jennie mengangguk hati-hati.
Dengan sangat lembut, Jisoo mengangkat Ji Eun ke dalam pelukannya. Anak kecil itu sedikit bergerak, tapi tidak terbangun. Tangannya masih menggenggam baju Jennie sebentar sebelum akhirnya terlepas.
Jisoo berjalan pelan menuju kamar Ji Eun.
Kamar yang sudah disiapkan dengan penuh cinta warna-warna cerah, boneka-boneka kecil, dan tempat tidur yang nyaman.
Ia membaringkan Ji Eun dengan hati-hati, menarik selimut hingga menutupi tubuh kecilnya.
Untuk sesaat, Jisoo hanya berdiri di sana.
Menatap putrinya.
"Selamat ya... hari pertama sekolah," bisiknya pelan.
Ia lalu mengecup kening Ji Eun sebelum keluar kamar dengan langkah ringan.
Kembali ke ruang keluarga, Jennie masih di tempat yang sama.
Si-woo tertidur di pelukannya dengan wajah yang begitu tenang.
Jisoo mendekat, lalu berlutut di depannya.
"Mau aku pindahin juga?" tanyanya pelan, melirik ke arah kamar bayi yang sudah siap.
Jennie langsung menggeleng kecil.
"Nggak dulu..."
Ia menatap Si-woo dengan lembut.
"Dia masih butuh aku... apalagi tengah malam nanti," lanjutnya pelan. "Masih minum ASI... aku nggak tega kalau dia harus sendiri."
Jisoo mengangguk mengerti.
"Iya... kita pelan-pelan aja," ucapnya.
Jennie tersenyum kecil.
"Aku belum siap pisah juga," tambahnya jujur.
![AKU bukan DIA [Jensoo]](https://img.wattpad.com/cover/330323760-64-k21396.jpg)