Tibalah kini Jisoo yang sudah berada di depan sekolahnya Si Woo dia keluar dari mobil dengan wajah yang penuh ketegasan.
"Bagus hari ini kalian datang"ucap Jisoo begitu masuk ke salah satu ruangan yang cukup luas dan di sana sudah ada beberapa orang yang hadir dan tentunya anak-anak mereka juga.
"Nona Ji,kami berharap bahwa masalah ini bisa diselesaikan dengan baik-baik dan anda juga segera mengembalikan saham-saham perusahaan kami"ucap salah satu orang tua di sana.
"Oh tidak semudah itu, kalian tahu apa yang anak kalian lakukan pada putraku?"balas Jisoo dengan penuh ketegasan di hadapan mereka.
"Tapi kami yakin bahwa apa yang telah terjadi kemarin itu adalah kesalahpahaman anak-anak saja"ucap salah satu orang tua lainnya di sana.
"Aku tidak peduli mau itu kesalahpahaman atau tidak yang aku lihat putraku terluka gara-gara ulah anak-anak kalian dan aku sudah memiliki bukti CCTV yang menunjukkan bahwa anak-anak kalian ini benar-benar melakukan itu pada putraku"
Tibalah saat orang kepercayaannya menunjukkan sebuah video yang di mana itu adalah bukti CCTV yang di mana Si Woo mengalami perundungan dari anak-anak mereka.
"Lihat? Meskipun putraku mencoba melawan mereka pada nyatanya mereka berhasil melukai putraku"
Orang-orang di sana terdiam membisu menatap rekaman video CCTV itu mereka benar-benar tidak percaya bahwa anak-anak mereka melakukan hal itu pada siswa lain.
"Kenapa kamu melakukan itu nak? Apa salah anak itu?"tanya seorang ibu pada salah satu anak di sana yang di mana mungkin Itu putranya.
Yang ditanya hanya dia menunduk ketakutan tidak berani menatap dan mengatakan apapun .
"Tapi aku sudah bilang kemarin bahwa kami itu disuruh"sahut seorang siswa lainnya.
"Iya kami hanya disuruh"ucap yang lainnya.
"Baiklah jika memang kalian disuruh oleh seseorang maka katakan siapa orang itu?"tanya Jisoo dengan penuh ketegasan.
"Dia salah satu kapten basket di sini dan dia menyuruh kami untuk melakukan itu pada Si Woo karena dia sangat membenci Si Woo "jelas seorang siswa itu.
"Apa sekarang dia ada di sekolah?"tanya Jisoo yang diangguki oleh siswa itu.
"Tunjukkan pada ku di mana orang itu"siswa itu mengangguk menyetujui.
"Kalian pergilah dengan anak itu dan bawa dia kemari"ucap Jisoo pada orang gak percayaannya.
"Jangan coba-coba membohongiku atau kalian akan merasakan akibatnya"
Salah satu siswa itu pun pergi dengan orang kepercayaan Jisoo untuk membawa seseorang yang sudah menyuruh anak-anak itu untuk merundung Si Woo.
Beberapa menit berlalu.
"Apa-apaan kalian lepaskan tanganku"teriak seseorang dari luar sana yang dipaksa masuk untuk mengikutinya.
"Masuk dan ikut kami atau kamu akan merasakan akibatnya lebih dari ini"ucap seorang kepercayaan Jisoo.
"Ini,dia yang sudah menyuruh kami untuk melakukan hal itu pada Si Woo"tunjuk siswa itu pada seseorang yang tadi dipaksa masuk.
Jisoo langsung menatap seseorang yang ditunjuk itu tetapannya tertuju pada orang itu beberapa detik Jisoo hanya diam begitupun siswa itu.
"Ju won, kamu harus menjelaskan kepada mereka bahwa kamu yang sudah menyuruh kami untuk membully Si Woo kemarin"ucap siswa itu memecahkan keheningan.
Ya siswa itu adalah Ju won seseorang yang memang selalu tidak menyukai Si Woo dan dia memanfaatkan siswa lainnya yang juga membenci Si Woo untuk membully Si Woo.
"Ayo Ju won kamu jelaskan kepada mereka jangan diam aja... Untuk kalian, dia kan yang sudah menyuruh kita untuk membully Si Woo kemarin?"katanya siswa itu pada teman-temannya.
"Iya benar Ju won yang sudah menyuruh kami untuk membully Si Woo "ucap siswa itu.
"Jadi Ju won, kamu tidak bisa mengelak lagi karena kamu yang benar-benar sudah menyuruh kami"
"Ya aku yang sudah menyuruh kalian untuk melakukan hal itu pada Si Woo "
Sontak pernyataan itu membuat semua orang di ruangan itu terdiam sejenak.
"Dengar anak ini sudah mengaku bahwa dia yang sudah menyuruh anak kami melakukan hal itu jadi anak-anak kami tidak salah... Jadi kami mohon Anda mengembalikan semua saham-saham perusahaan kami"ucap salah satu orang tua siswa itu di sana.
"Salah atau tidaknya anak-anak kalian tetap saja anak-anak kalian yang ikut serta melakukan itu walaupun mereka hanya disuruh dan aku tidak akan memaafkan itu"ucap Jisoo dengan tegas nya.
"Tapi setidaknya kembalikan saham-saham perusahaan kami walaupun itu separuhnya dari semua itu...Anda tidak bisa mengambilnya semuanya begitu saja karena anak kami tidak sepenuhnya salah mereka hanya disuruh"ucap salah seorang orang tua siswa itu.
"Baiklah aku akan mengurusnya nanti Dan tolong tinggalkan ruangan ini aku ingin bicara dengan anak itu"tunjuk Jisoo pada Ju won.
Para orang tua dan siswa-siswa itu pun pergi dari ruangan itu begitu juga dengan orang kepercayaan Jisoo yang juga dia suruh untuk keluar.
Kini di ruangan yang luas itu hanya ada dua orang yaitu Jisoo dan siswa yang bernama Ju won itu.
"Kenapa kamu menyuruh mereka melakukan hal itu pada putraku"tanya Jisoo menatapnya dengan tatapan tajam.
"Aku hanya ingin"
Brakk
Jisoo yang mendengar jawaban tak berarti itu menggebrak meja di hadapannya dengan sekuat tenaganya hingga membuat Ju won terkejut.
"Kenapa? Berikanlah penjelasan lainnya"tanya Jisoo lagi.
"Aku tidak suka Si Woo karena dia selalu lebih unggul dari aku Dan aku membencinya karena hal itu... Aku tidak bisa melihat Si Woo yang selalu dibangga-banggakan sedangkan aku? Aku hanya seseorang yang disembunyikan"
"Ju won-"
"Aku cemburu,aku iri...kenapa Si Woo mendapatkan semua itu sedangkan aku nggak aku muak melihat itu... di rumah aku selalu dibanding-bandingkan dan di sekolah aku juga dibanding-bandingkan apakah di dunia ini tidak ada tempat untuk diriku dilihat oleh dunia? Kenapa aku selalu menjadi orang yang disembunyikan? Aku juga ingin dilihat dunia aku juga ingin mereka membangga-banggakan aku"ucap Ju won yang kini dalam kondisi emosi yang meluap-luap mengeluarkan semua hal yang selama ini dia pendam sendiri.
"Sekali saja dunia melihat aku, hanya sekali saja... Apa itu sangat sulit untuk aku dapatkan?"
"Aku ingin merasakan di posisi Si Woo yang selalu dilihat, yang selalu dibangga-banggakan"
"Cukup-"
"Aku hanya ingin kamu melihat aku,Appa"teriak Ju won
"Ju won cukup-"
"Kenapa Appa? Kenapa hanya Si Woo yang kamu lihat? Kenapa bukan aku? Kenapa aku dan Eomma selalu kamu sembunyikan,Aku-"
"Cukup Kim Ju won"bentakan keras Jisoo membuat Ju won ketakutan.
"Kenapa harus aku yang harus berada di posisi ini Appa? Kenapa hiks hiks"tangis Ju won pecah di hadapan Jisoo.
"Ikut aku"tarik Jisoo pada Ju won yang sedang menangis.
Jisoo mengambil ponselnya dan mencoba untuk menghubungi seseorang.
Jangan lupa vote
![AKU bukan DIA [Jensoo]](https://img.wattpad.com/cover/330323760-64-k21396.jpg)